Tantangan Perbankan Indonesia Berat - Jelang MEA

NERACA

Jakarta - Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Destry Damayanti, mengemukakan bahwa tantangan perbankan Indonesia menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2020 mendatang cukup berat menyusul konsolidasi perbankan yang lambat.

"Konsolidasi bank di Indonesia lambat, kondisi itu membuat MEA akan menjadi tantangan berat bagi perbankan kita, itu harus jadi perhatian Indonesia. Konsolidasi sangat penting, karena bisa menjadikan perbankan sangat kuat," ujar Destry, dalam paparan Macro Economic Outlook 2014 Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/6).

Dia mengemukakan bahwa jumlah perbankan nasional saat ini mencapai 120 perbankan, dimana dari jumlah tersebut sebanyak 100 perbankan berada di posisi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1 dan BUKU 2.

"Artinya, mayoritas bank-bank lokal hanya memiliki modal yang minim," katanya.

Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, disebutkan BUKU 1, Bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 sebesar Rp1-Rp5 triliun, BUKU 3 sebesar Rp5-Rp30 triliun, BUKU 4 bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

Destry menambahkan bahwa salah satu perbankan nasional yang besar di dalam negeri seperti Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) jumlah assetnya masih rendah dibandingkan dengan aset Bank DBS dan OCBC asal Singapura, begitu juga dengan May Bank dan CIMB asal Malaysia.

Dia juga memaparkan, per September 2013 aset Bank Mandiri sebesar US$60,7 miliar dan BRI sebesar US$50,9 miliar. Sementara bank regional seperti DBS memiliki aset US$319,8 miliar, OCBC US$255,7 miliar, MayBank US$166,7 miliar dan CIMB Niaga mencapai US$113,7 miliar.

"Bila dilihat dari sisi jumlah asetnya, bank-bank regional sangat mudah merebut pangsa pasar yang ada, mengingat aset perbankan tanah air cukup kecil," tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Hoax Ancam Keutuhan Indonesia dan Keberlanjutan Pembangunan

   Oleh: Muhammad Satyan Azikar dan Erwin Sikumbang, Mahasiswa PTN Hoax merupakan komponen perusak demokrasi yang nyata dalam momentum  pesta…

Program Minapadi Indonesia Sudah Dipelajari 13 Negara

NERACA Jakarta – Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan, program minapadi yaitu penggabungan budi daya…

Sektor Riil - Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Sama Rata di Indonesia

NERACA Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta – Ekonom BNI Ryan Kiryanto memprediksi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis…

OJK Evaluasi Pengangkatan Dirut Bank Sumut

    NERACA   Medan - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori menegaskan, OJK sedang…

Bank Mandiri Syariah Platform Digital Pelunasan BPIH

      NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah menyiapkan platform digital channel dalam rangka…