Ekspansi Bisnis, Sritex Investasikan US$ 55 Juta - Tambah Divisi Kain dan Garmen

NERACA

Jakarta – Sukses melakukan ekspansi bisnis di divisi permintalan dan garmen, makin membuat PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) terus agresif mengembangkan bisnis usahanya. Tahun ini, perseroan berencana ekspansi pada divisi kain dan juga garmen.

Corporate Secretary PT Sritex, Welly Salam mengatakan tahun ini Sritex mengucurkan dana sebesar US$ 55 juta untuk membiayai ekspansi yang dilakukan. Untuk divisi garmen sendiri, perseroan akan menambah kapasitas sebesear 8 juta potong pakaian jadi per tahun dengan kebutuhan pengeluaran modal sebesar US$ 15,”Dengan adanya ekpansi ini, maka total kapasitas garmen menjadi 24 juta potong, yang mana akan mencapai kapasitas produksi sebesar 95% paling lambat pada akhir tahun 2015 mendatang,”ujarnya.

Sedangkan untuk ekspansi divisi kain jadi, Sritex menganggarkan dana sebesar US$ 40 juta, guna meningkatkan kapasitas produksi dari 120 juta yard per tahun menjadi 176 yard per tahun.

Penambahan kapasitas produksi tersebut, lanjut Welly selain untuk mendongkrak penjualan juga disebabkan karena mulai membaiknya kondisi perekonomuan di Amerika dan proyeksi perbaikan ekonomi di Eropa. Plus adanya kenaikan permintaan di pasaran Asia dan domestik Indonesua sendiri,”Permintaan memang mengalami peningkatan, karena itu kita imbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dengan melakukan ekspansi. Semua itu kita lakukan untuk meningkatkan pendapatan serta meningkatkan efisiensi biaya untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham," paparnya.

Sebelumnya, perseroan menerbitkan obligasi internasional sebesar US$200 juta. Disebutkan, penggunaan dana obligasi sebagian besar untuk pembiayaan kembali utang dan sisanya untuk keperluan umum perusahaan dan biaya permodalan.

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk, Iwan Setiawan Lukminto pernah bilang, pemegang saham perseroan telah menyetujui penerbitan obligasi pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Maret 2014.

Menurut Iwan, obligasi perseroan mendapatkan peringkat B1 dari Moody`s dan BB- dari S&P, obligasi dengan kategori Reg S/144A ini memiliki tenor lima tahun. "Obligasi ini diterbitkan dengan harga par dan dengan kupon atau yield Obligasi sebesar 9% per tahun," kata Iwan.

Lebih lanjut dia menambahkan, perseroan juga telah melakukan roadshow investor global di Hongkong, Singapura, London, New York, Boston dan Los Angeles, dan mendapatkan respon yang sangat baik. Dalam penawaran obligasi tersebut, kata Iwan, mendapat kelebihan permintaan sebanyak 2 kali dari lebih dari 60 investor dimana 62% dari obligasi tersebut dijual di Eropa dan Amerika Serikat, dan 38% dijual di Asia.

Disebutkan, sebagian besar investor yang membeli itu merupakan manajer investasi atau sebesar 82%. Sedangkan, sekitar 13% merupakan private banks, dan sisanya 5% merupakan bank dan investor lain. Untuk aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk Barclays bertindak sebagai penjamin emisi tunggal (Sole Bookrunner) dan penasihat peringkat tunggal (Sole Ratings Advisor) dalam transaksi ini.

Tahun lalu, PT Sri Rejeki Isman Tbk meraup laba bersih sebesar Rp 309,6 miliar, meningkat 35% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 229,3 miliar. Meningkatnya laba bersih, seiring dengan meningkatnya penjualan bersih tahun lalu senilai Rp 4,7 triliun, atau meningkat 38,2% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,4 triliun. (bani)

Related posts