BW Plantation Raup Laba Rp 84,99 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan perkebunan sawit, PT BW Plantation Tbk (BWPT) membukukan laba bersih sepanjang kuartal pertama tahun ini sebesar Rp84,99 miliar atau meningkat dibanding dengan periode serupa tahun lalu sebesar Rp36,23 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, meningkatnya laba bersih perseroan ditopang oleh meningkatnya pendapatan usaha serta adanya keuntungan dari selisih kurs mata uang dan adanya keuntungan penjualan aset tetap. Selain itu, perseroan juga mencatatkan pendapatan usaha di kuartal pertama naik menjadi Rp356,75 miliar dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp268,87 miliar.

Sementara keuntungan yang diraih dari selisih kurs mata uang sebesar Rp1,10 miliar, sedangkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp714,62 juta. Adapun laba sebelum pajak naik menjadi Rp114,50 miliar dari sebelumnya Rp48,68 miliar di kuartal l tahun lalu dan laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp19,01 per saham dari sebelumnya Rp8,94 per saham di kuartal l tahun lalu.

Positifnya kinerja perseroan di kuartal pertama tahun ini juga membuat total aset ikut meningkat menjadi Rp6,32 triliun dibanding aset pada akhir periode tahun lalu sebesar Rp6,20 triliun. Asal tahu saja, tahun lalu perseroan mengantungi laba bersih sebesar 30,66% jadi Rp181,78 miliar.

Laba bersih per saham dasar juga tergerus jadi Rp44,32 atau turun 31,63% dari tahun sebelumnya Rp64,83 per saham. Keuntungan BWPT yang merosot diakibatkan beban pokok penjualan sepanjang 2013 yang meningkat jadi Rp603,04 miliar dari sebelumnya Rp373,11 miliar. Kemudian, kerugian selisih kurs juga naik menjadi Rp1,60 miliar dari Rp835,64 juta.

Akan tetapi, pendapatan usaha meningkat Rp1,14 triliun dari sebelumnya Rp944,24 miliar. Untuk jumlah aset mencapai Rp6,20 triliun pada akhir Desember 2013 dari sebelumnya Rp4,91 triliun di Desember 2012. Sebelumnya, kalangan analis pasar modal menilai terjadinya permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) seiring proyeksi perekonomian global yang membaik tentunya akan menjadi sentimen positif bagi perkembangan kinerja emiten CPO. Pasalnya, jika perekonomian pulih, pendapatan juga akan mengalami peningkatan dan konsumsi pangan juga akan meningkat.

Oleh karena itu, kalangan analis menilai, saham-saham yang termasuk dalam sektor tersebut pun akan ikut terkerek naik. “CPO merupakan bahan baku minyak goreng, sehingga otomatis permintaan CPO meningkat dan akhirnya bisa memulihkan harga CPO,” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Atas dasar fundamental tersebut, menurut Reza, saham-saham seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT BW Plantation Tbk (BWPT) yang notabene bergerak di sektor perkebunan masih memiliki peluang kenaikan. Kisaran nilai yang menjadi target dia, yaitu PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan target harga 28.500 rupiah per saham, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target harga 2.450 rupiah per saham, dan PT BW Plantation Tbk (BWPT) dengan target harga 1.450- 1.480 rupiah per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Patok Harga Rp 1.495 Persaham - LPCK Raup Dana Rights Issue Rp 2,96 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Paramitra Sarana Bagikan Dividen Rp 19,5 Miliar

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyepakati unuk membagi dividen sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…