Kelautan dan Perikanan Butuh SDM Kompeten - Agar Pengelolaan Sumberdaya Alam Lebih Efisien dan Berkesinambungan

NERACA

Malang – Dalam rangka mensukseskan pencapaian sasaran pembangunan kelautan dan perikanan diperlukan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan secara efisien dan berkesinambungan, yakni SDM yang kompeten dan berkualitas dengan kemampuan mengatasi segala problematika yang muncul di sektor ini secara komprehensif dan integral.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Suseno Sukoyono, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan pada sambutannya di acara Gerakan Nasional Peduli Industrialisasi Kelautan dan Perikanan (Gempita) regional III Tahun 2014, Minggu (8/6), sebagai rangkaian acara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XIV, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

Suseno mengatakan, pengembangan SDM dilakukan melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kelautan dan perikanan. Kegiatan Pendidikan Kelautan dan Perikanan bertujuan menyediakan tenaga-tenaga terdidik yang kompeten sesuai standar kebutuhan dan prioritas nasional untuk mendukung pembangunan kelautan dan perikanan khususnya dalam penyediaan tenaga ahli dan terampil di kawasan minapolitan dengan sasaran strategis keluarga nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan.

Kegiatan Pelatihan Kelautan dan Perikanan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat khususnya nelayan, pembudidaya, dan pengolah dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan khususnya dalam rangka mendukung pengembangan industrialisasi kelautan dan perikanan.

Kegiatan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan tidak terlepas dari keberadaan penyuluh perikanan sebagai pendamping, konsultan dan mitra kerja pelaku utama dan pelaku usaha perikanan menjadi sangat penting. Untuk itu dituntut penyuluh perikanan yang ahli penyuluhan dan spesialis dibidang perikanan untuk mampu menjadi pendamping dan mitra kerja pelaku utama dan pelaku usaha. Karena setiap program Kementerian Kelautan dan Perikanan dilapangan diperlukan pendampingan penyuluh perikanan. Karenanya penyuluh perikanan yang profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya akan sangat dibutuhkan.

“Dengan demikian, para penyuluh perikanan sangat penting untuk kita posisikan sebagai bagian integral dari proses pembangunan ini, saya yakin tanpa keberadaan penyuluh yang profesional di lapangan, target dari program dan kebijakan pemerintah akan kurang dapat tercapai dengan baik. Kemajuan teknologi informasi harus dapat dimanfaatkan oleh para penyuluh untuk menggali dan mendapatkan informasi teknologi yang dibutuhkan itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memfasilitasi sarana dan prasarana sesuai dengan amanat yang dituangkan dalam Undang Undang No 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, dan secara bertahap akan terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi para penyuluh perikanan,” ujarnya Suseno.

Sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, Rina, dalam laporannya, kegiatan Gempita kali ini, mengambil tema “Kita Tingkatkan Kemandirian Kelompok Pelaku Utama untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan”. Tema ini sejalan dengan tema dari PENAS XIV, yakni “Memantapkan Kepemimpinan dan Kemandirian Kontaktani nelayan dalam rangka Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Usahatani guna Mewujudkan Kesejahtaraan Petani Nelayan”.

Bertindak sebagai peserta Gempita adalah kelompok pelaku utama/pelaku usaha terbaik dari tiga provinsi di wilayah regional masing-masing. Pada Wilayah Regional III ini, peserta Gempita terdiri dari Kelompok Beringin Koi di bidang Usaha Budidaya Ikan Koi dari Provinsi Jawa Timur; Kelompok Sari Luwih di bidang usaha Pengolahan Ikan Lele dari Provinsi Bali; serta Kelompok Mina Keramba 1 di bidang usaha Budiaya Ikan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tim Juri pada lomba ini terdiri dari tiga orang yang merupakan perwakilan dari unsur Kementerian Kelautan dan Perikanan, unsur akademisi, dan pengusaha perikanan. Gempita disaksikan oleh sekitar 200 orang audiens yang terdiri dari unsur penyuluh perikanan, pelaku utama/usaha, mahasiswa, dan pegawai lingkup pemerintahan dari instansi terkait.

Pada kesempatan tersebut, Suseno berharap Penyuluh Perikanan mampu menjadi ujung tombak penggerak ekonomi dalam pembangunan kelautan dan perikanan dengan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang dilakukan secara lestari dan bertanggungjawab bagi kesatuan serta kesejahteraan masyarakat.

“Jadilah penyuluh perikanan yang kompeten dan profesional dengan selalu meningkatkan kemampuan sesuai dengan perkembangan teknologi perikanan. Bekali diri saudara dengan kemampuan untuk mengakses informasi sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Kembangkan metodo penyuluhan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya dan perekonomian para pelaku utama dan pelaku usaha diwilayah kerja saudara. Laksanakan penyelenggaraan penyuluhan secara partisipatif dengan memposisikan para pelaku utama dan pelaku usaha sebagai mitra kerja saudara sehingga keberadaan dan kehadiran saudara akan selalu ditunggu dan diharapkan oleh mereka. serta Laksanakan penyuluhan perikanan dalam rangka industrialisasi kelautan dan perikanan,” pesan dia.

Related posts