Suzuki LCGC Export ke Pakistan

NERACA

Lahirnya kebijakan pemerintah, Low Cost Green Car (LCGC) atau Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi & Harga Terjangkau (KBH2) tahun 2013 lalu, membawa stimulus positif bagi industri otomotif nasional sehingga kini produk kendaraan kian variatif dan kompetitif di tanah air.

Selain berhasil penetrasi pasar domestik, Suzuki Indonesia berhasil menembus pasar ekspor bagi produk LCGC/ KBH2 nya, Karimun Wagon R dalam keadaan terurai (Full CKD/ Completely Knocked-Down) di tahun 2014 ini dengan negara tujuan Pakistan, sebanyak 1.200 unit dengan total target 20.000 unit per tahun. Maka pada hari ini, PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) secara resmi melepas ekspor perdana Suzuki LCGC, KARIMUN WAGON R ke Pakistan dalam acara “Suzuki LCGC Export to Pakistan” di Pabrik Suzuki Roda Empat, Tambun 2 Plant - Bekasi, Jawa Barat.

Suzuki Indonesia telah mengekspor produk roda empat dan roda dua nya ke manca negara baik dalam bentuk CKD maupun CBU. Untuk produk roda empat nya, PT. SIM telah mengekspor Grand Vitara, Swift, SX4, Ertiga, dan APV. Ekspor produk kendaraan roda empat/ mobil Suzuki, diawali dalam bentuk CKD ke Malaysia pada tahun 1993.

Kemudian pada tahun 2005 melalui produk MPV nya, yakni APV, telah diekspor dalam bentuk CBU (Completely Built Up) ke 6 benua, seperti; Asia, Oceania, Middle East, Africa, Latin America, Carribean, atau sekitar 84 negara. Untuk produk Ertiga, telah diekspor pada tahun 2013 lalu ke negara Thailand dan Brunei pada tahun 2014 dalam bentuk CBU, serta produk unggulan LCGC Suzuki, KARIMUN WAGON R telah diekspor ke PAK SUZUKI Motor, Pakistan pada tahun ini.

Sementara untuk produk kendaraan roda dua, ekspor diawali pada tahun 1994 ke Negara Vietnam. Produk-produk motor, seperti Satria FU 150, Nex, Lets, dan Smash Titan telah diekspor ke beberapa negara - Negara tujuan; Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Jepang, Cina dan Colombia. Rencananya, di tahun 2014 akan diekspor produk Satria FU 150 ke Myanmar.

Di tahun 2013, kendaraan roda empat Suzuki telah terjual sebesar 26,533 unit dan kendaraan roda dua terjual total 114,335 unit dengan total pendapatan Rp. 3,16 Triliun, dan total pendapatan dari ekspor komponen adalah Rp. 161 Milyar. Rencana ke depan, PT. SIM akan mengekspor 50,000 unit kendaraan roda empat dan 190,000 unit kendaraan roda dua.

BERITA TERKAIT

Suzuki New Carry Pick Up Disebut Irit Bahan Bakar

Suzuki New Carry Pick Up dilkaim sebagai kendaraan yang irit bahan bakar, sekitar 15 persen dibanding pikap pendahulunya. "Seperti halnya…

Suzuki New Carry Bakal Diekspor ke 100 Negara

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membidik perluasan pasar ekspor dari 59 negara menjadi 100 negara tujuan untuk produk New Carry…

Suzuki Hadirkan Jajaran Modifikasi New Carry Pick Up

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyuguhkan tampilan spesial pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 dengan menghadirkan jajaran modifikasi…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Toyota Yakin Penjualan Mobil Nasional 2019 Stagnan 1 Juta Unit

Produsen kendaraan PT Toyota Astra Motor (TAM) memperkirakan penjualan mobil di Indonesia pada akhir 2019 akan stagnan di angka satu…

Yamaha All New Vixion Akhirnya Hadir dengan Warna Baru

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan penyegaran warna dan grafis baru pada sepeda motor naked sport All New Vixion…

Brio dan HR-V Dorong Kenaikan Penjualan Honda

PT Honda Prospect Motor (HPM) membukukan penjualan 13.894 unit pada Juli 2019, naik 84 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 7.563…