Perkuat Bisnis, Dyandra Bagun 5 Hotel Baru - Investasikan Dana Rp 450 Miliar

NERACA

Jakarta – Masih positifnya industri pariwisata di Indonesia, seiring terjaganya iklim stabilitas politik yang aman terus memicu berkembang pesatnya bisnis meeting, incentive, convention & exhibition (MICE). Alhasil, kondisi ini merupakan berkah bagi PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN) untuk meraup untung lebih besar lagi. Bahkan untuk mendongkrak bisnisnya tersebut, perseroan bakal memperkuat bisnis hotel dengan rencana membangun 5 hotel baru di tahun 2015.

Disebutkan, untuk membangun 5 hotel, perseroan melalui anak usahanya PT Graha Multi Utama telah mengalokasikan dana sebesar Rp 450 miliar,”Kita akan cari dana sebanyak Rp450 miliar untuk rencana pembangunan lima hotel baru tahun depan,”kata CEO PT Graha Multi Utama, Andy Widjanarko di Jakarta, kemarin.

Andy mengatakan sumber dana untuk membangun lima hotel baru akan berasal dari kas internal dan eksternal. Dimana komposisi 70% dari loan bank dan 30% dari kas internal. Untuk membangun lima hotel baru, perseroan sedang memproses ijin ke regulasi. "Ada kendala pada proses perijinan dalam artian membutuhkan waktu agak lama,”ungkapnya.

Sebagai informasi, perseroan optimis terhadap pertumbuhan bisnis tahun ini sekitar 20% atau kurang lebih sama dengan tahun lalu, “Peningkatan ini didorong oleh penambahan 4 hotel baru yang sudah mulai beroperasi, yaitu Hotel Santika Cikarang, Hotel Amaris Pancoran dan Bali Nusa Dua Hotel & Convention (BNDHC). Sedangkan untuk Hotel Santika Kelapa Gading diharapkan dapat mulai beroperasi pada bulan Agustus 2014,”kata Corporate Secretary PT Dyandra Media Internasional Tbk, Daswar Marpaung.

Menurutnya, hal lain yang mendorong optimisme perseoran adalah karena usaha yang dilakoni DMI merupakan bisnis yang unik. Perlu dicatat bahwa di Asia Tenggara, DMI adalah satu-satunya perusahaan di bidang MICE yang menawarkan saham kepada publik melalui IPO,”Industri MICE tahun ini masih mampu bertumbuh di tengah-tengah politik dan ekonomi yang bergejolak,”ungkapnya.

Kata Daswar Marpaung, peluang bisnis dalam industri ini kian besar melihat kondisi masyarakat yang ingin serba cepat tersedia dan tidak ingin repot dengan urusan-urusan yang rumit. Kondisi perekonomian global yang mengalami penurunan di beberapa negara maju memberikan dampak positif bagi pasar MICE dalam negeri karena para pelaku industri mulai melirik pasar lain termasuk Indonesia. Didukung oleh jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjanjikan pasar yang cukup besar bagi pelaksanaan event di berbagai kota besar, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di Bali, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Medan, Manado, Semarang, Batam dan lain-lain.

Namun pada tahun 2014, dikarenakan adanya kondisi Politik Indonesia yang kurang stabil akan mempengaruhi bisnis MICE dan hotel secara keseluruhan. Namun Perseroan berusaha untuk tetap bertumbuh sesuai dengan ekspektasi.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp250 miliar pada 2014.

Direktur Keuangan PT Dyandra Media Internasional Tbk, Budi Yanto Rusli mengatakan, anggaran belanja modal tersebut untuk membiayai pembangunan empat hotel baru di tahun ini,”Empat hotel baru yang sudah mulai operasi yaitu Hotel Santika Cikarang, Hotel Amaris Pancoran, Bali Nusa Dua Hotel dan Convention dan Hotel Santika Kelapa Gading yang akan beroperasi pada Agustus 2014,”ujarnya.

Budi mengatakan tiga hotel baru yang sudah beroperasi dan satu lagi akan beroperasi tersebut akan menambah deretan jumlah hotel menjadi 11 hotel dari 7 hotel yang sudah beroperasi. Sayangnya, kontribusi hotel masih relatif kecil bila membandingkan dengan kontribusi pameran dan event organizer. "Hotel baru menyumbang 8% dari pendapatan tahun lalu," jelasnya. (bani)

Related posts