Tempuran Mas Bidik Penjualan Rp 1,59 Triliun

NERACA

Jakarta – Seiring dengan terus penambahan armada kapal, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) sepanjang tahun ini membidik penjualan meningkat sebesar 15% dibanding 2013 sebesar Rp1,38 triliun menjadi Rp1,59 triliun.

Direktur Keuangan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk, Ganny Zheng mengatakan, perseroan tahun ini menetapkan sebagai tahun operational excellence. Pasalnya, emiten yang bergerak di bidang pengiriman barang sektor laut tersebut siap melakukan investasi aset untuk meningkatkan cost effectiveness,”Kami berharap, dengan adanya investasi melalui penambahan kapal, maka diperkirakan akan lebih membantu bisnis perseroan, sehingga, akan ada pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada tahun ini, yang tentunya target tersebut bisa tercapai," katanya di Jakarta, kemarin.

Untuk mendukung target tersebut, manajemen TMAS pada tahun ini telah menyiapkan dana sebesar Rp250 miliar. Dana itu akan digunakan untuk pembelian empat kapal baru dan dua kapal bekas serta untuk sarana penunjang operasional.

Perseroan juga menargetkan dapat mencatat laba bersih sebesar Rp150 miliar pada 2014. Angka ini meningkat cukup signifikan atau mencapai 111,86% dibandingkan laba bersih TMAS pada tahun 2013 sebesar Rp70,8 miliar. Tahun lalu, perseroan membukukan penjualan naik 27,7% menjadi Rp1,38 triliun, dengan laba bersih Rp70,8 miliar atau turun dari sebelumnya Rp119,9 miliar. Sementara per kuartal I/2014, pendapatan perseroan tercatat Rp382 miliar dengan laba bersih Rp53,6 miliar.

Hingga akhir 2013 perseroan telah mengoperasikan 22 armada kapal baru dengan bobot mati 181.337 DWT dan kapasitas 11.604 TEUs. Selain itu, perseroan juga menunda memberikan keuntungan bagi hasil kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai karena turunnya laba perusahaan pada tahun lalu.

Kata Ganny Zheng, perolehan laba bersih perseroan sepanjang 2013 akan dialokasikan untuk memperkuat permodalan guna menunjang bisnis ke depannya,”Rencana tersebut telah disetujui oleh pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),”ungkapnya.

Untuk diketahui, emiten yang bergerak di bidang pengiriman barang sektor laut tersebut mengalami penurunan laba bersih pada 2013 sebesar Rp70,8 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp119,9 miliar. Tahun ini, perseroan juga menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp207,6 miliar. Dana capex, diantaranya akan digunakan untuk membeli dua kapal baru senilai US$ 7 juta.

Selain itu, perseroan juga membidik laba bersih sebesar Rp120 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp1,3 triliun. Pada tahun lalu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp119,9 miliar, dengan pendapatan jasa sebesar Rp1,086 triliun. (bani)

Related posts