CKM Selenggarakan Ujian Bersama Baby Sitter - Ketenagakerjaan

NERACA

Jakarta - Kepala Suku Dinas (Sudin) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Administratif Jakarta Selatan, Dr Ir Dwi Untoro Pudji H MA mengatakan pelatihan kerja sangat perlu untuk diadakan, karena pelatihan bertujuan untuk membekali, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja. Guna meningkatkan kemampuan produktivitas dan kesejahteraan.

"Hal itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Itu tertera dalam bab V pasal 9 mengenai pelatihan kerja," ujarnya ketika membacakan sambutan, saat membuka dan meresmikan acara Ujian Bersama Baby Sitter, yang diselenggarakan PT Citra Kartini Mandiri (CKM), di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Lebih lanjut, Dwi mengingatkan agar para calon baby sitter tersebut, dapat meningkatkan profesionalisme serta kualitas kelulusan. "Dengan begitu, kalian dapat bekerja sesusi dengan bidangnya," kata dia.

Sementara itu, staf PT CKM, Ardi menyebutkan, ujian bersama baby sitter tersebut diikuti tidak kurang dari 438 peserta. Para peserta, ujarnya, berasal dari sejumlah lembaga pelatihan kerja (PLK). "Setidaknya ada 32 lembaga, yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti ujian. Seperti Abdi Karya Mandiri, Bintang Keluarga, Budhi Utama, Citra Mandiri dan lain sebagainya," tutur dia.

Menurut Ardi, pelatihan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Hal ini, imbuhnya, sekaligus menunjukkan kalau pemberitaan mengenai PT CKM pada bulan Oktober tahun lalu tidaklah benar.

Apalagi, kata dia, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan, tak bisa mencabut izin operasional PT CKM. Pengawas Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Tua Rusli ketika itu mengemukakan, penyidikan terhadap perusahaan itu dihentikan karena tidak adanya aturan.

Seperti diketahui, kata dia, pada UU tentang Ketenagakerjaan, tidak mengatur mengenai persoalan tenaga kerja rumah tangga. Karena itu, lanjutnya, pihaknya tidak mencabut perizinan operasional PT CKM.

Seperti diketahui, PT CKM yang berdiri tahun 2003, dan beralamat di Komplek Perumahan Bintaro Jaya, di Jalan Kucica XVI JF 18 No 17 ini, sempat diduga melakukan pelanggaran terhadap para calon tenaga kerja. Selain itu, juga terhadap para calon baby sitter, yang tengah mengikuti pendidikan di perusahaan tersebut.

Sampai saat ini, perusahaan itu telah berkembang mempunyai lima cabang penyaluran. Antara lain di Jakarta Utara, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Pekan Baru, serta Batam. Selain itu, juga melayani Pelanggan di kota-kota besar seluruh Indonesia dan tiap bulannya mampu menyalurkan 300 - 500 pekerja perawatan keluarga.

Di sisi lain, M Ihsan ketua Satgas PA Komnas Perlindungan Anak Indonesia mengatakan ada persoalan mendasar yang belum diungkap selama ini dalam perekrutan babysitter.

Menurut Ihsan, persoalan mendasar ini salah satunya banyak lembaga tak berijin yang merekrut dan menyalurkan jasa babysitter tanpa standar. “ Lembaga penyalur babysitter ini harus punya izin agar mudah dilakukan pengawasan. Pemerintah sendiri juga harus melakukan pengawasan terhadap lembaga penyalur dan babysitter untuk melindungi babysitter dan konsumen,” tandasnya.

Selain itu, untuk meminimalisir kurangnya kompetensi dalam menjalankan tugas yang dapat mengakibatkan kelalaian atau kecelakaan kerja, menurut Ihsan, babysitter perlu mendapatkan pelatihan dan bimbingan serta supervisi.

Lantas, babysitter ini diberikan sertifikasi oleh pemerintah maupun lembaga yang ditunjuk. “Dan ingat, babysitter tidak boleh digabungkan tugasnya dengan PRT (pembantu rumah tangga),” ujar Ihsan.

Mengingat aturan di Indonesia belum jelas mengenai PRT dan babysitter (saat ini DPR baru menggodok UU PRT untuk melindungi PRT, majikan, anak-anak dan harta), dibutuhkan kehati-hatian dalam memilih calon PRT dan babysitter.

“Sebaiknya orang tua juga mengukur kemampuan ekonominya dalam memilih babysitter . Jika pas-pasan, harus mencari rekomendasi yang dipercaya atau track record -nya yang bagus. Kalau orangtua mampu, tentunya dapat menggunakan jasa babysitter yang profesional,” pungkas Ihsan.

BERITA TERKAIT

Pemilu Sudah Selesai, Saatnya Rekonsiliasi Media Sosial dan Bersama Membangun Negeri

Oleh : Anwar Zakaria, Mahasiswa Universitas Negeri Surakarta   Selama Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 banyak yang menggunakan Media Sosial (Medsos)…

Danai Pengembangan Anak Usaha - Tower Bersama Raih Pinjaman US$ 375 Juta

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnisnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerima pinjaman dari konsorsium bank senilai US$375 juta.…

Pemerintah Komitmen Selenggarakan Penerbangan Murah

NERACA Jakarta – Penurunan tarif pesawat udara sebesar 50 persen dari tarif batas atas untuk penerbangan Low Cost Carrier (LCC)…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Kemarau Bakal Lama, Serapan Beras Bulog Dikhawatirkan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019…