Kresna Garap 5 Perusahaan Bakal IPO

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) menargetkan akan menggarap 5 perusahaan yang akan melakukan Initial Public Offering atau IPO. Dirut PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, Michael Steven mengatakan, perseroan sudah merealisasikan 2 perusahaan dari target target 5 perusahaan. "Kita menargetkan 5 perusahaan pada tahun ini yang akan IPO. Sementara ini, sudah sebanyak 2 perusahaan yang terealisasi," ujar Michael usai Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6).

Perusahaan lainnya yang sedang digarap antara lain berasal dari sektor kesehatan. Perusahaan tersebut bernama Rumah Sakit Mitra Keluarga. Nilai IPO Rumah Sakit Mitra Keluarga sebesar US$300 juta atau Rp3 triliun. "Kita akan meng-IPO kan yang paling besar. Ada dari properti lalu tambang dan yang terbaru Rumah Sakit Mitra Keluarga dengan total US$300 juta," imbuhnya.

Michael mengungkapkan, perseroan rencananya akan merealisasi IPO Rumah Sakit Mitra Keluarga pada kurtal keempat tahun 2014 atau kuartal pertama tahun 2015. Sementara itu, jumlah Rumah Sakit Mitra Keluarga saat ini mencapai 11-12 rumah sakit. "Setelah IPO bisa mencapai 25 rumah sakit beberapa tahun kemudian," tambah Michael.

Sebelumnya, manajemen kresna mengungkapkan akan menangani setidaknya empat perusahaan yang akan melaksanakan penawaran saham umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada tahun ini. Nilai untuk penjaminan emisi ini ditaksir mencapai Rp4 triliun. "Nilainya sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun, tapi tergantung," kata Managing Director Kresna Sekuritas, Jahja Suryandy Erick.

Menurut dia, perusahaan yang akan dijaminkan ini bergerak di berbagai sektor, dan sedang dalam tahap proses. “Masih proses lah, nanti pas finalnya saya umumkan. Ada yang sedang diaudit juga. Saya tidak enak juga kalau diumumkan sekarang,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya tengah fokus mengurusi proses IPO PT Intermedia Capital yang notabene induk usaha ANTV hingga listing. Diketahui, masa penawaran umum IMC dijadwalkan selama tiga hari yakni tanggal 2 sampai 4 April 2014. Harga saham perdana perseroan dipatok sebesar Rp 1.380 per lembar.

Kabarnya dalam penawaran saham ini sudah didapatkan fix allotment sekitar 99%. Presiden Direktur IMC, Erick Thohir mengatakan, dari 99% terdiri dari anchor buyer seperti perusahaan-perusahaan asing yang cukup ternama seperti perusahaan asuransi besar, modal ventura besar, private equity ada yang silicon value juga invest disitu.

Pihaknya optimis, selama industri media masuk ke industri consumer goods akan mengikuti pertumbuhan tersebut. Pasalnya dengan consumer goods Indonesia terus berkembang sehingga mau tidak mau industri yang hidup di sekitar consumer goods termasuk media juga akan terus berkembang. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

Dukung Pertumbuhan IPO - Lagi, EY Gelar IPO Masterclass Bagi Direksi

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal di dalam negeri, Ernst & Young Indonesia (EY) berkomitmen kuat untuk turut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…