Penguatan IHSG Akhir Pekan Belum Reda

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 3 poin (0,06%) ke level 4.935.564. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 0,596 poin (0,07%) ke level 832,68.5,”IHSG BEI ditutup menguat tipis mendapat sentimen positif dari beberapa data makro Amerika Serikat yang di atas ekspektasi seperti data industri jasa," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Kamis (5/6).

Dari dalam negeri, dia menambahkan bahwa di tengah mata uang rupiah yang cenderung mengalami tekanan, perusahaan tercatat (emiten) yang memiliki pendapatan dalam dolar AS diproyeksikan cenderung positif.

Menurutnya, dengan pergerakan rupiah yang masih bergejolak, investor dapat fokus pada saham 'dollar earner' pada perdagangan selanjutnya. Dirinya memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.910--4.949 poin pada Jum’at akhir pekan.

Pada perdagangan kemarin, indeks BEI berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 176.576 kali pada volume 3,825 miliar lembar saham senilai Rp 4,215 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 156 turun, dan 101 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak memerah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.900 ke Rp 11.500, saham Citra Turbindo (CBTN) naik Rp 1100 ke 6.600, saham Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 575 jadi Rp 18.575. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 menjadi Rp 53.600, saham HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 jadi Rp 68.200, saham Mandom Indonesia (TCID) turun Rp 200 jadi Rp 15.500.

Sementara pada perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup turun 17,365 poin (0,35%) ke level 4.915,119. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,766 poin (0,45%) ke level 828,323. Perdagangan sesi pertama relatif sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 99.543 kali pada volume 1,743 miliar lembar saham senilai Rp 2,262 triliun. Sebanyak 91 saham naik, 144 turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham di Asia bergerak dua arah, dengan indeks Nikkei turun 38,84 poin ke 15.029,12, indeks Hang Seng melemah 49,76 poin atau 0,21% menjadi 23.101,95, dan indeks Straits Times turun 0,16% menjadi 3.274,92. Indeks LQ45 turun 3,77 poin atau 0,5% ke 828,32, indeks IDX30 turun 1,88 poin ke 423,65, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,12 poin atau 0,2% ke 659,50, dan indeks MNC36 turun 0,78 poin atau 0,3% di 254,40.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, hanya sektor properti yang stagnan dan sektor perkebunan yang naik 0,3%. Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp150 menjadi Rp53.800, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp1.900 menjadi Rp11.500, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp125 menjadi Rp5.225. Sedangkan saham-saham yang bergerak di jajaran top losers, antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp50 menjadi Rp7.125, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp50 menjadi Rp7.900 dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp100 menjadi Rp5.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,89 poin atau 0,08% menjadi 4.936,45 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,39 poin (0,05%) ke level 832,49,”Sentimen positif dari pernyataan Menteri Keuangan dimana ekspektasi peningkatan kredit konsumsi perbankan memberikan sentimen yang cukup baik bagi pasar. Namun, bursa Asia yang bergerak mendatar cenderung menahan penguatan lebih lanjut," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa masih adanya daya beli pada saham-saham manufaktur, perdagangan, dan beberapa properti setidaknya dapat mengurangi sentimen negatif dari eksternal."Namun, fluktuasinya sentimen yang beredar baik dari dalam negeri maupun eksternal akan membuat pergerakan indeks BEI bervariasi," katanya.

Sementara itu, Tim Analis Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa dari dalam negeri, investor sedang menantikan kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) yang sedianya akan diputuskan oleh Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan depan. Selain itu, pelaku pasar juga sedang menanti kebijakan Bank Indonesia dalam melakukan intervensi terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini cenderung melemah.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 39,58 poin (0,17%) ke level 23.112,13, indeks Nikkei naik 8,17 poin (0,05%) ke level 15.076,17 dan Straits Times melemah 1,29 poin (0,04%) ke posisi 3.279,21. (bani)

Related posts