Rayakan PRJ, Monas Kini Sudah Kinclong - Partisipasi Kaercher untuk Jakarta

Ahmad Nabhani - NERACA

Jakarta – Monumen Nasional (Monas) yang merupakan ikonnya kota Jakarta menjadi tujuan utama bagi masyarakat daerah yang baru pertama kali datang ke Jakarta. Apalagi pemerintah DKI Jakarta kembali menghidupkan perayaan hari jadi kota Jakarta atau lebih dikenal dengan Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) yang biasanya dilaksanakan di Kemayoran, kini akan di gelar di Monas yang tentunya akan membuat antusias masyarakat di luar Jakarta dan sekitarnya untuk datang ramai-ramai ke Monas. Meskipun sudah banyak taman hiburan yang dibangun dan fasilitas yang lengkap, Monas sebagai bangunan bersejarah ini tidak pernah lekang di telan zaman sehingga masih menjadi daya tarik wisatawan asing dan lokal untuk berkunjung. Banyak alasan orang berkunjung ke Monas, mulai dari mengenal sejarah ataupun sekedar jalan santai menghirup udara segar mengingat luasnya area ruang terbuka hijau di taman Monas.

Kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Pekan Raya Jakarta (PRJ) Monas dalam rangka HUT DKI yang ke-487 akan dilaksanakan di Monas dan digratiskan. Bahkan dirinya mengklaim, PRJ Monas akan mampu menandingi PRJ Kemayoran. Dirinya menuturkan, PRJ Monas digelar lantaran banyak warga DKI yang penghasilannya pas-pasan dan tidak bisa menikmati kemeriahan HUT DKI seperti biasanya. Untuk itu, lanjut Ahok, warga masih bisa belanja barang-barang yang diperjualbelikan di PRJ Monas,”Ya sama, konsepnya itu tadi. Kita ingin warga DKI yang penghasilannya pas-pasan bisa masuk PRJ tanpa bayar. Sehingga uangnya itu dipakai buat belanja," ujar Ahok.

Namun tahukah, sebelum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan PRJ di Monas, gedung Monas sendiri belum lama ini melakukan bersih-bersih dalam event program Kaercher Cleans Monas dengan melibatkan perusahaan asal Jerman. Ahok menegaskan, dipercayakannya Kaercher melakukan bersih-bersih tugu Monas bukan tanpa alasan, apalagi dikaitkan persoalan tidak pro perusahaan lokal. Hal ini, lanjutnya, dilakukan berdasarkan pengalaman dan profesionalisme, “Profesionalnya ditunjukan bukan hanya dari profesional panjat tebing, tapi apakah mereka pernah mengerjakan pembersihan monumen nasional kelas dunia? Itu saja. Saya tidak mau ambil resiko kalau cuma ngaku-ngaku. Kalau cuma manjat, banyak kok yang bisa,” kata Ahok. Berbekal Pengalaman Kaercher sendiri mengalami pengalaman membersihkan lebih dari 80 monumen terkenal di dunia, diantaranya Gunung Rushmore di Amerika Serikat dan London Eye di Inggris, serta patung Tuhan Yesus di Rio de Jainero, Brasil. Kaercher yang memiliki slogan “Kaercher Makes a Difference” ini juga punya pengalaman membersihkan Monas 22 tahun lalu atau pada yang pertama kali pada tahun 1992 silam. Ahok menambahkan, keterlibatan Kaercher dalam membersihkan Monas juga dalam rangka promosi gratis ke dunia. Proses memandikan tugu Monas mulai dilakukan PT Kaercher Indonesia, sambil membersihkan bagian bawah cawan. Untuk mencuci tubuh monumen bersejarah ini, mulai dari cawan hingga puncaknya dimulai dari Kamis 8 Mei sampai 18 Mei.

Kaercher sendiri mendatangkan langsung tim khusus dari perusahaan pusat, mulai memasang peralatan pendukung seperti mesin penyemprot air dan memasang tali dari bawah hingga puncak Monas untuk digunakan memanjat tugu. Alhasil dari kegiatan ini menarik perhatian masyarakat sehingga mereka berduyun-duyun datang ke Monas dan ikut berpartisipasi terlibat membersihkan Monas. Kepala UP Tugu Monas, Rini Haryani mengatakan, lebih dari 500 pengunjung ikut serta dalam membersihkan Monas bersama Kaercher. Pengunjung juga dihimbau untuk membuang sampah pada tempatnya, disamping juga diajak memungut sampah yang ada di area Monas, “Kita memang sengaja mengajak pengunjung untuk membersihkan Monas. Untuk itu kita buat kegiatan Monas Fun Cleaning Day," kata Rini.

Bahkan untuk menarik minat pengunjung berpartisipasi dalam kegiatan ini, UP Tugu Monas dan Kaercher mengadakan berbagai perlombaan dengan hadiah menarik. Sementara General Manager Karcher Indonesia, Roland Staehler mengatakan, kegiatan membersihkan Monas merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan berupa “Monas Fun Cleaning Day with Kaercher”. Dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), pihaknya akan mengerahkan 20 tenaga ahli asal Jerman dan segenap tim pendukung dalam kegiatan bernama "Karcher Cleans Monas,”Seluruh kegiatan dilakukan dengan menggunakan teknologi peralatan pembersih milik kami sendiri yang mampu menghasilkan air panas bertekanan tinggi. Kecuali pada bagian marmer tugu, tekanannya dikurangi, sehingga lapisan terluar Monas tetap terlindung,”ujarnya. Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, Arie Budhiman meminta agar masyarakat tetap konsisten menjaga kebersihan Monas hingga di masa mendatang. “Monas adalah kebanggaan kita semua, saya berharap agar setiap masyarakat berkomitmen untuk menjaga lingkungan Monas agar selalu bersih dan indah. Jangan berhenti karena ada Kaerche saja,” tandasnya.

Related posts