78% Truk Pelabuhan Melanggar Aturan

NERACA

Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebagai pengelola jalan Cawang-Tanjung Priok-Jembatan Tiga/Pluit) hari ini melakukan penertiban truk atau kontainer. Pasalnya, mayoritas truk dari pelabuhan tersebut kerap kelebihan muatan atau overload.

Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum sekitar 78% truk saat melintas di jalan ini melanggar aturan dan terindikasi kelebihan muatan melampaui muatan sumbu terberat (MST) 10 ton.

"Selain beban berlebih, banyak juga kendaraan yang tata cara pemuatan barangnya tidak sesuai aturan. Banyak kendaraan yang overload, melebihi dimensi kendaraan atau muatannya tidak ditutup, itu kan bahaya bagi pengguna jalan," ucap Direktur Operasi CMNP Suarmin Tioniwar saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/6).

Operasi ini bagian dari rangkaian sosialisasi penertiban kendaraan kelebihan beban. Selain itu, juga dilakukan pemasangan spanduk di gerbang-gerbang tol ataupun pembagian flyer kepada para pengemudi kendaraan angkutan barang menginformasikan larangan kendaraan overload masuk tol Ir Wiyoto Wiyono Msc.

Trafik tinggi di tol tersebut membuktikan keberadaan jalan tol ini sangat penting dalam menunjang perekonomian. Terlebih terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat intensitas distribusi barang semakin tinggi.

"Namun jika kondisi ini terus berlanjut, akan berdampak buruk bagi konstruksi jalan, beban berlebih itu tak hanya berbahaya bagi ketahanan konstruksi jalan layang tetapi juga bagi keselamatan pengguna jalan," tegasnya.

CMNP bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan melakukan Operasi Penertiban Kendaraan sejak mei hingga Juni 2014. Kendaraan terindikasi kelebihan beban muatan akan ditimbang menggunakan alat weight indicator.

Sosialisasi dilakukan hingga akhir Juli mendatang dengan hukuman tilang jika melanggar. Setelah itu jika masih melanggar truk akan dikandangkan dan dicabut izinnya

Pasalnya jika terus dibiarkan banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan jika kendaraan berat ini masih diperbolehkan masuk kedalam tol.

Dia menambahkan, efek yang ditimbulkan bukan hanya macet saja di jalan tol tapi membahayakan pengguna kendaraan lain seperti akan menyenggol kendaraan lain disisi kiri maupun kanan jalan karena miring atau oleng.

"Itu juga bisa kena pembatas jalan, yang paling parah itu bisa kendaraan itu terguling atau terbalik. Impactnya 3-4 jam jalanan makin macet ditutup untuk evakuasi, dua jalur akan ditutup," tegas dia.

Adapun kendaraan overload bisa terindikasi dari beberapa ciri antara lain kendaraan laju kendaraan lambat yakni hanya 60 km/jam dalam kondisi lancar, kendaraan miring karena kelebihan muatan dan tata cara pemuatan tidak baik. Akibat mengangkut muatan yang berlebih, tak sedikit kendaraan tersebut yang rusak dan bermasalah.

Selain itu dampak yang ditimbulkan adalah jalan bergelombang dan tidak membuat nyaman pengguna lain. Dirinya pun mengaku sebagai pengelola jalan tol sangat risih dengan jalan yang bergelombang dan rusak.

"Pas lewat banyak komplain, kok banyak lubangnya, kan enggak ujan, jalannya ga rata. Itu efeknya karenaoverloadjuga, itu enggak nyaman," pungkasnya. [agus]

Related posts