Rahasia Sukses Merintis Usaha

Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat minim, idealnya, sebuah negara mempunyai 2% jumlah penduduk. Maklum, masih banyak kalangan yang menilai menjadi karyawan lebih baik daripada membuka usaha.

Padahal, kenyataannya tidak seperti itu mempunyai usaha tentu saja lebih baik daripada bekerja pada perusahaan orang. Kini semua berangsur berubah, minat menjadi pengusaha mulai tumbuh dan berkembang dengan baragam sosialisasi yang dilakukan. Nah, jika Anda berkeinginan menjadi pengusaha, ada beberapa rahasia agar bisa sukses.

Sebelum memikirkan banyak hal lain untuk merintis usaha, pastikan Anda sudah menentukan pangsa pasar terlebih dulu. Menentukan pangsa pasar akan memudahkan Anda untuk menentukan kualitas dan jenis produk usaha. Produk yang dijual untuk konsumen kelas atas akan berbeda dengan konsumen kelas bawah.

Misalnya usaha di bidang kuliner, konsumen kelas atas dan bawah punya kecenderungan yang berbeda mengenai sajian makanan. Konsumen kelas atas akan lebih mementingkan rasa makanan saat memilih restoran. Sedangkan kalangan bawah akan lebih mementingkan banyak atau tidaknya porsi makanan dibandingkan rasanya.

Lalu, ciptakan merek usaha atau nama dagang yang mudah diingat dan menarik pelanggan. Jangan pilih nama yang terlalu sulit karena tidak akan sulit untuk membuat pelanggan mengingatnya. Kalau sudah begitu promosi dari mulut ke mulut akan sulit berlaku.

Kemudian, pakailah strategi promosi yang tepat di awal usaha untuk memperkenalkan dan menarik konsumen agar tertarik mencoba produk Anda. Misalnya dengan membuat brosur, spanduk, memberikan diskon (baik potongan harga maupun dalam bonus produk atau paket hemat).

Ketika merinci modal usaha, hitunglah dengan teliti sampai biaya yang paling kecil. Gunanya, untuk mempermudah Anda menghitung semua kebutuhan agar tak kurang modal. Walaupun ketika merintis usaha Anda belum memiliki karyawan, namun Anda tetap harus memperhitungkan biaya tenaga kerja.

Terakhir, pisahkan dana pribadi dan dana untuk mengembangkan usaha. Sekecil apapun laba usaha yang didapatkan dari hasil penjualan Anda, sebaiknya ditabung. Setelah laba terkumpul cukup banyak, jangan buru-buru membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang Anda inginkan tetapi gunakan laba untuk memperbesar usaha.

Dana usaha dan dana untuk memenuhi kebutuhan harus dikelola secara terpisah. Sehingga keuntungan usaha pun dapat dirasakan. Karena tak jarang pengusaha yang mencampur kedua hal tadi merasa usaha yang dilkoninya tak memberi hasil, padahal laba usaha sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BERITA TERKAIT

Pertimbangkan Kondisi Pasar - Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua

NERACA Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi…

KPK Sosialisasikan Pencegahan Korupsi Usaha Jasa Keuangan-Kesehatan

KPK Sosialisasikan Pencegahan Korupsi Usaha Jasa Keuangan-Kesehatan NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensosialisasikan panduan pencegahan korupsi untuk dunia…

Dunia Usaha - Pemerintah Siapkan Inovasi Startup Industri Kerajinan dan Batik

NERACA Jakarta –  Kementerian Perindustrian gencar mendorong pelaku industri nasional untuk terus menciptakan inovasi produk. Hal ini sesuai dengan implementasi…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…