Mobile Banking, Sumber Pendapatan Perbankan di Indonesia

Bertambahnya penggunaan smartphone di tengah masyarakat, tidak bisa dipungkiri lagi menjadikanmobile bankingsalah satu sumber pendapatan utama dari bank-bank di Indonesia yang pada saat ini mengembangkan servis banking secara mobile demi menaikkan profitnya.

Transaksi mobile banking pada beberapa bank besar di banyak negara juga mengalami kenaikan drastis selama beberapa tahun terakhir, semenjak mayoritas nasabah bank beralih menggunakan ponsel maupun smartphone untuk melakukan transaksi. Salah satu dari bank-bank besar di Indonesia tersebut adalah Bank Central Asia (BCA) dimana mereka melaporkan mengalami peningkatan sebesar 30%-40% per tahun dalam jumlah nasabah dan nilai transaksi.

Penggunaan mobile banking di Indonesia pada saat ini bisa dikatakan sebagai hal yang lumrah, dari pengusaha kecil, petani, ibu rumah tangga maupun para pelajar juga menjadi lahan utama pemasaran mobile banking. Dengan adanya mobile banking sendiri para nasabah dapat menggunakan ponselnya sebagai alat untuk mengakses dan melakukan transaksi kapan saja dan dimana saja.

Sementara itu, mobile banking di banyak negara selain Indonesia telah mampu masuk ke komunitas-komunitas yang tidak menggunakan maupun memiliki akses perbankan. Terdapat banyak rintangan dalam mengembangkan mobile banking di Indonesia terlebih lagi pada orang-orang yang masih awam pada dunia perbankan. Beberapa badan perbankan di Indonesia telah berupaya melibatkan rintisan cabang perbankan di daerah-daerah akan tetapi banyak hambatan yang membuat lambatnya proses transaksi di daerah tertentu.

Meskipun tidak terlibat dalam rencana rintisan cabang perbankan di daerah tersebut. Bank lain seperti Bank Mandiri ikut ambil bagian dalam program ini, serta bekerjasama dengan Bank Indonesia. Selain itu, badan perbankan lain yang ikut berpartisipasi dalam program ini adalah Bank Rakyat Indonesia, CIMB Niaga, Bank Tabungan Pensiunan Nasional dan Bank Sinar Harapan Bali.

Related posts