Daya Saing Harus Dijaga

Di tengah perjalanan tahun politik saat ini, Indonesia perlu terus menjaga kepercayaan pasar terhadap kredibilitas ekonomi mengingat kita memiliki bukti ketangguhan di saat krisis melanda dunia. Salah satu fakta adalah pertumbuhan ekonomi negeri ini mencapai angka positif rata-rata di atas 5% per tahun.

Sebab, dalam kondisi seperti ini kita perlu komitmen terlebih bila dikaitkan dengan sensitivitas terkait beberapa isu strategis menjelang Pilpres 2014. Indonesia sekarang berada dalam satu kurva siklus bisnis dengan ekspansi yang tumbuh cepat. Ini terlihat ketika produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai US$3.000 dolar pada 2012.

Hal ini bisa ditunjukkan dengan pesatnya pertumbuhan shopping centre, hypermarket, mal, dan minimarket di berbagai kota, termasuk bisnis online. Kinerja investasi pun terus meningkat. Membaiknya iklim investasi dan iklim berusaha tercermin dari arus langsung investasi (foreign direct investment) dengan indikator antara lain, peningkatan kredit investasi, impor barang modal, dan bahan baku/penolong, serta penjualan semen di dalam negeri.

Data BPS tentang indeks tendensi bisnis juga menunjukkan kecenderungan peningkatan. Namun di tengah optimisme itu, kita perlu mewaspadai isu strategis menjelang pilpres. Kewaspadaan ini untuk menjaga, bahkan meningkatkan daya saing, yang bermuara pada keterjagaan perekonomian nasional. Kita tak bisa memungkiri kerentanan atau kemungkinan terjadi di tengah suasana kampanye Pilpres 2014.

Terkait isu strategis Pilpres 2014, peningkatan iklim investasi dan iklim usaha pada tahun 2013 perlu menitikberatkan pada upaya meningkatkan kemudahan berinvestasi dan berusaha. Langkah strategis itu bisa ditempuh melalui penyederhanaan prosedur investasi dan berusaha, peningkatan efisiensi logistik nasional, pengembangan kawasan ekonomi khusus, dan harmonisasi kebijakan ketenagakerjaan.

Adapun opsi strategi operasional itu mencakup optimalisasi (value creation) dan pembangunan baru (asset creation). Strategi optimalisasi meliputi penguatan kerangka kerja konektivitas nasional melalui sinkronisasi dan integrasi transportasi, logistik, teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan koridor/ KEK/ klaster indistri.

Selain itu, upaya debottlenecking melalui reformasi kebijakan dan regulasi, serta peningkatan produktivitas prasarana. Adapun strategi pembangunan baru meliputi pengembangan proyek konektivitas yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Karena itu, tahun ini kita perlu lebih meningkatkan daya saing ekonomi guna menghadapi persaingan global yang makin ketat. Perlu mengembangkan potensi besar perekonomian domestik.

Ada baiknya pemerintah terus mendorong investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk mendorong produktivitas ekonomi, pemerintah juga harus mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas nasional, ketahanan energi sekaligus pangan.

Terkait dengan peningkatan daya saing, kita tidak boleh cukup puas hanya dengan memiliki keunggulan komparatif. Namun secara bertahap kita harus melakukan transformasi dengan cara mengubah keunggulan komparatif itu menjadi keunggulan kompetitif. Pemerintah perlu melakukan upaya itu guna meningkatkan nilai tambah dari setiap produk unggulan yang ada di wilayah koridor ekonomi program MP3EI. Semoga!

Related posts