Hadapi Tantangan, Unilever Royal Bagikan Dividen - Sekitar 100% Dari Laba Bersih

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan pertumbuhan laba tahun 2013 sebesar 10,6% menjadi Rp 5,35 triliun dibandingkan dengan tahun lalu Rp 4,83 triliun, menjadi kabar positif bagi pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Pasalnya, hasil keputusan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp5,3 triliun atau Rp701 per saham untuk 2013. Itu artinya, perseroan mengalokasikan 100% dari laba bersih tahun 2013 untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Maurits Lalisang mengatakan, perseroan membagikan dividen dalam bentuk tunai Rp317 per saham, lalu dengan menambahkan dividen interim Rp330 per saham sehingga jumlahnya Rp701 per saham,”Dividen ini akan dibayarkan pada 15 Juli 2014, pembagian dividen ini naik Rp67 per saham dari tahun 2012,”katanya di Jakarta, Rabu (4/6).

Menurutnya, pada tahun 2013 pihaknya dapat bertahan ditengah situasi perekonomian yang kurang bersahabat. "Kami bersyukur dapat bertahan, kami dapat terus mempertahankan pertumbuhan, meningkatkan pangsa pasar korporat serta meraih pertumbuhan dua digit baik di top maupun bottom line," jelasnya.

Sementara itu, di tahun 2014 perusahaan melihat iklim operasional sepanjang tahun ini masih penuh tantangan, seiring pergulatan Indonesia menghadapi defisit neraca pembayaran, suku bunga tinggi serta volatilitas nilai rupiah. Sebaliknya, pemilihan umum legislatif pada April 2014 dan pemilihan presiden pada Juli 2014 memberikan dampak positif bagi perusahaan, sehingga menciptakan iklim bisnis yang tumbuh positif juga.

Asal tahu saja, perseroan membukukan penjualan bersih pada 2013 mencapai Rp30,8 triliun atau naik 12,7% dari tahun sebelumnya yang merupakan kontribusi dari dua segmen yakni home and personal care yang menyumbang 72,9% ke penjualan dan foods and refeshments yang menyumbang 27,1%. Sementara laba bersih tahun lalu naik 10,6% menjadi Rp5,35 triliun dan marjin laba berada di posisi 17,4%. Jumlah aset naik menjadi Rp13,35 triliun yang merupakan peningkatan sebesar 11,4% dari tahun sebelumnya.

Kemudian pada kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun. Perolehan tersebut turun 4,9% dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar RP1,43 triliun.

Perseroan menjelaskan, turunnya laba disebabkan oleh meningkatnya beban perseroan. Kendati demikian, penjualan pada akhir Maret tahun ini tercatat naik 15,17% menjadi Rp8,73 triliun dari tahun 2012 senilai Rp7,58 triliun.

Tercatat harga pokok penjualan meningkat 22,49% menjadi Rp4,52 triliun dari Rp3,69 triliun. Selain itu, beban pemasaran dan penjualan naik menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,51 triliun serta beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp668,54 miliar dari Rp493,5 miliar.

Adapun penghasilan lain-lain tercatat turun Rp1,91 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencatat keuntungan Rp54,37 miliar. Akibatnya, laba usaha perusahaan turun menjadi Rp1,87 triliun dari Rp1,93 triliun dibandingkan periode sebelumnya tahun lalu. Naiknya biaya keuangan menjadi Rp47,38 miliar dari Rp17,64 miliar ikut menggerus laba UNVR.

Jumlah aset meningkat menjadi Rp12,31 triliun dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp13,35 triliun. Adapun jumlah utang tercatat menurun menjadi Rp8,7 triliun dibanding Desember tahun lalu Rp9,09 triliun. (bani)

Related posts