Ciputra Grup Siapkan Capex Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta –Kendatipun kebijakan Bank Indonesia soal loan to value (LTV) dinilai mempengaruhi kinerja Ciputra Group, namun tidak menghambat ekspansi bisnis perseroan untuk menggarap proyek baru. Teranyar, perseroan tahun ini akan mengoperasikan setidaknya delapan proyek baru.

Chief Executive Officer (CEO) Ciputra Group Candra Ciputra mengatakan, untuk membangun delapan proyek baru, perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2 triliun, “Tahun ini ada delapan proyek yang akan kamilaunchingsehingga capex kami sebesar Rp 2 triliun. Sumber pendaaan belanja modal masih dari kas internal dan pinjaman bank,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, sumber pendaaan belanja modal dari kas internal sekitar 80-90% dan sisanya akan diambil dari pinjaman bank. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 10 triliun. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan penjualan tahun lalu sebesar Rp 8,94 triliun. Sementara untuk pendapatan dan laba bersih tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 20-30%.

Kata Chandra, beberapa proyek yang akan dibangun Ciputra Group pada tahun ini adalah, Raffles Hotel Jakarta, luxury hotel yang menempati 11 lantai dari Raffles Tower di Ciputra World 1 dengan total 171 kamar. Hotel ini dilengkapigrand ballroomdengan kapasitas 2.500 orang dan 88 unit premium condominium Raffles Residence Jakarta.

Kedua Ciputra International berlokasi di Puri Indah, Jakarta Barat. Untuk tahap pertamanya akan dibangun tigaoffice towerserta satu kondominium. Proyek ini akan dikembangkan dalam tiga fase pengembangan dengan total area seluas 7,5 hektar yang terdiri dari 10 tower.

Ketiga Office Tower Kemayoran seluas 1,8 hektar di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, akan dipasarkan dua tower gedung perkantoran lengkap dengan fasilitaslifestyle commercial area. Keempat Citra Lake Suites, hunian apartemen seluas 1,2 hektar di Citra 6 Citra Garden City, Jakarta Barat. Apartemen ini terdiri dari empat tower, pengembangannya bekerja sama dengan Mitsui Fudosan Group dari Jepang.

Kelima Citra Grand Senyiur City Samarinda, pengembangan kawasan kota mandiri seluas 397 hektar yang memiliki desain dengan lebih dari 25% merupakan area hijau dan dilengkapi berbagai fasilitas kota modern. Keenam Citra Garden Aneka Pontianak merupakan pengembangan properti perusahaan di Pontianak. Kawasan seluas 9,5 hektar ini akan menjadi kawasan hunian baru yang strategis.

Ketujuh Rosewood Resort and Villa di Tabanan, Bali, seluas 12 hektar yang terdiri dari 80 kamar hotel dan 27 vila untuk disewakan serta 29 residential villa untuk dijual. Kedelapan, Citra Dream Cirebon dan Semarang merupakan dua budget hotel yang segera beroperasi.

Sementara PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) yang merupakan anak usaha dari Ciputra Grup ini berencana untuk memperlebar cakupan bisnisnya dengan menyasar pasar di Indonesia Timur. Direktur PT Ciputra Surya Tbk Nanik J Santoso mengatakan, perseroan akan membangun perumahan atau residensial di Papua yang akan mulai dibangun pada akhir tahun ini atau paling lambat akan dilakukan pada 2015,”Kami akan bangun residensial di Papua dengan luas 38 hektar (ha) yang terdiri dari 1.500 rumah kluster," kata Nanik.

Nanik membeberkan bahwa hingga saat ini perseroan masih menyusun kesiapan infrastruktur yang menopang pembangunan perumahan tersebut.Untuk pembangunan proyek tersebut, pada tahap awal diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 50 miliar dengan jangka waktu pembangunan selama delapan hingga sepuluh tahun. (bani)

Related posts