Berantas Kemiskinan, RNI Dirikan Sekolah Gula

Menangani dan memberantas kemiskinan, yang utama dan yang pertama yang harus dilakukan adalah membenahi dan meningkatkan pendidikan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sebagai perusahaan pelat merah yang fokus ke bisnis gula, mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bidang pengolahan hulu hingga hilir tanaman tebu.

Sekolah kejuruan yang diresmikan di komplek Pabrik Gula Rejo Agung Baru Jl. Yos Sudarso, Madiun, Jawa Timur ini, merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan karakteristik untuk menyiapkan SDM di bidang agribisnis tanaman perkebunan tebu dan pada bidang industri gula. Tujuannya, agar dapat meningkatkan daya saing dan untuk mewujudkan swasembada gula. Visi SMK Gula Rajawali Madiun adalah Menjadi SMK Berbasis Industri Gula dan Agribisnis, Berwawasan Nusantara Indonesia.

Sedangkan misi SMK Gula Rajawali Madiun adalah mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri gula melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, kerja keras, menerapkan kejujuran, etika, estetika, melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler bagi warga sekolah. Selain juga menghasilkan lulusan yang berpotensi memasuki dunia kerja, mandiri atau melanjutkan pendidikan sesuai bakat minat dan kemampuan.

"Sekolah menengah ini akan memberikan kontributif terkait dengan kebutuhan profesional di bidang tata kelola industri gula," ujar Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro dalam keterangan persnya.

SMK milik RNI tersebut memiliki kegiatan yang berkesinambungan. Pada jam pelajaran pagi, siswa akan belajar di kelas. Sementara siang hari akan mengikuti praktek di pabrik gula. Untuk tahap awal, SMK Gula Rajawali membuka tiga kompetensi, yakni keahlian agribisnis tanaman perkebunan, teknik pemeliharaan mekani industri, dan kimia industri. Nantinya, seiring kebutuhan SMK tersebut akan membuka satu kompetensi, yaitu Politeknik.

Di luar kebutuhan industri secara umum, RNI turut berharap lulusan sekolah ini dapat mengantisipasi kekurangan sumber daya manusia pabrik gula milik BUMN itu. Kebanyakan karyawan pabrik gula mereka, kata Ismed, sudah mendekati usia purna tugas.

Sehingga, lulusan SMK Gula Rajawali Madiun tersebut langsung bisa bekerja di pabrik gula di lingkungan RNI Grup. Ismed mengatakan, perusahaan gula lain juga dikontak pihaknya, agar bersedia menampung alumni sekolah tersebut.

Bisnis gula tahun lalu menyumbang 70% pendapatan RNI, dibanding 14 anak usaha lain. Padahal perusahaan pelat merah ini awalnya lebih banyak fokus memproduksi alat kesehatan, obat, dan kondom.

RNI saat ini memiliki 10 pabrik gula yang berada di Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Akan tetapi, akibat maraknya gula rafinasi ilegal di pasaran, bisnis BUMN ini ikut terpukul tahun lalu. Pada 2013, RNI hanya mencatatkan laba Rp 130 miliar, turun 50% dibanding 2012 yang mencapai Rp 453 miliar.

Related posts