Tiga Bank Kucuri Grand Kartech Rp200,6 Miliar

NERACA

Jakarta - Perusahaan manufaktur dan mesin industri, PT Grand Kartech Tbk, mendapat kucuran dana segar dari tiga perbankan dengan total nilai sebesar US$17 juta atau Rp200,6 miliar (nilai kurs Rp11.800 per dolar AS). Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Grand Kartech, Johanes Budi Kartika menuturkan, ketiga bank yang siap menggelontorkan dana yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan Bank ANZ Indonesia.

“Mudah-mudahan pertengahan bulan ini (Juni) cair dananya. Dari total dana tersebut, US$10 juta (Rp118 miliar) digunakan untuk modal kerja dan US$7 juta (Rp82,6 miliar) kebutuhan belanja modal,” ungkap Budi di Jakarta, Selasa (3/6). Lebih lanjut dirinya mengatakan, khusus belanja modal, sebanyak 71,4% akan digunakan untuk membeli mesin-mesin produksi baru dan sisanya 28,6% membangun pabrik tambahan.

Budi juga menambahkan, dukungan permodalan dari perbankan ini merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan di sepanjang 2014. Meski tengah berekspansi, dirinya mengaku pada tahun ini perseroan tidak akan menerbitkan obligasi atau surat utang melalui mekanisme rights issue. “Tahun ini kita rencananya tidak mengeluarkan obligasi. Terlebih karena melihat situasi dan kondisi menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden. Tahun 2015 mungkin (akan menerbitkan obligasi). Kita akan membangun pabrik di Surabaya, Jawa Timur,” terangnya.

Terkait kinerja di sepanjang 2013, laba bersih Grand Kartech berhasil mengalami peningkatan sebesar 62,3% dari Rp19,6 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp31,76 miliar. Adapun pendapatan perseroan juga naik 26,3% menjadi Rp307,86 miliar, dan Ebitda tumbuh 60,2% menjadi Rp49,4 miliar. Perseroan berkode bursa KRAH ini secara resmi mencatatkan namanya di papan Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme IPO pada tahun lalu. Adapun dana yang ditargetkan dari hasil IPO tersebut sebesar Rp45 miliar. Sekitar 51,63% akan digunakan membangun pabrik kedua di Karawang. Pembangunan pabrik baru itu diharapkan dapat menambah kapasitas bisnis sebesar 50%-100%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Beri Masukan Rencana Pembangunan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mendapat masukan dari Bank Dunia terkait perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia untuk lima…

SARAN BANK DUNIA KEPADA PRESIDEN JOKOWI - Pembangunan Infrastruktur Diminta Lanjut

Jakarta-Bank Dunia menyarankan pemerintah Indonesia melanjutkan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, kondisi infrastruktur dalam negeri dinilai tertinggal dibanding negara berkembang lain secara…

Pakuwon Jati Bagikan Dividen Rp 337 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membagikan dividen kepada pemegang saham senilai Rp 337 miliar dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga dan Liquid Group Dukung Uji Coba QRIS Lintas Negara

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Liquid Group mengumumkan kemitraan strategis untuk mempelopori…

OJK Optimis Pertumbuhan Kredit di Sumsel Capai 12%

    NERACA   Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan tumbuh 12,0 persen…

OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Terkendali

  NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni, menilai stabilitas sektor jasa keuangan…