Eximbank Dorong Produksi Rumput Laut Indonesia - Salurkan Rp70,5 Miliar

NERACA

Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank menyalurkan Rp70,5 miliar untuk mengembangkan produksi komoditas rumput laut Indonesia. Dengan begitu, diharapkan Indonesia mampu menjadi negara eksportir rumput laut terbesar di dunia.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, I Made Gde Erata mengatakan, produksi komoditas rumput laut Indonesia terus meningkat, di mana dalam empat tahun terakhir rata-rata pertumbuhan produksinya mencapai 29% per tahun. Misalnya, kata Erata, pada 2013 ekspor rumput laut Indonesia mencapai US$162,5 juta.

“Produksi komoditas rumput laut di Tanah Air terus meningkat, di mana rata-rata pertumbuhan produksi selama empat tahun terakhir adalah sebesar 29% per tahun,” ujar Erata, pada seminar rumput laut bertajuk “Potensi dan Tantangan Ekspor sebagai Komoditas Unggulan”, di Jakarta, Selasa (3/6).

Ucapan Erata didukung data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyebutkan bahwa produksi budidaya rumput laut Indonesia pada 2013 mencapai 8,2 juta ton. Angka itu lebih besar dari target yang telah ditetapkaan pemerintaah sebelumnya, yakni sebanyak 7,5 ton.

Oleh karena itu, dengan potensi bisnis yang besar inilah membuat Indonesia Eximbank berencana untuk terus meningkatkan pembiayan di sektor komoditas rumput laut. "Pembiayaan ke komoditas rumput laut akan terus kami tingkatkan. Komoditas ini banyak disalurkan ke UKM, meski jumlahnya kecil tapi jangkauannya luas," kata dia.

Erata pun optimistis Indonesia bakal jadi pemain nomor satu di industri rumput laut dunia. Dengan catatan harus terlebih dahulu melakukan pembenahan di berbagai bidang. Seperti memaksimalkan kegiatan industri pengolahan rumput laut, melakukan diversifikasi produk, membenahi tata ruang yang menyebabkan tersendatnya produksi, memberikan jaminan kualitas produk dan menjaga stabilitas harga rumput laut.

Maka dari itu, Indonesia Eximbabank juga memberikan dukungan melalui pembinaan kepada pembubidaya rumput laut agar dapat menghasilkan rumput laut yang sesuai dengan ketentuan pasar dunia serta memberikan pelatihan pengembangan komposisi produk pada para calon eksportir.

Meningkatkan laba perusahaan

Pada kesempatan yang sama, Indrani Iskak selaku Wakil Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menyatakan, pemberdayaan rumput laut Indonesia mengadaptasi industri serupa di negara Filipina, karena negara tetangga tersebut mampu mengungguli Indonesia padahal tidak memiliki pabrik sebesar Indonesia. "Kita tertinggal dari Filipina. Padahal pabrik rumput laut terbesar ada di Indonesia. Selain itu, pemberdayaan rumput laut dapat dijadikan strategi dalam pengentasan kemiskinan," kata dia.

Berbicara mengenai laba, per Mei 2014, laba Indonesia Eximbank telah mencapai Rp496,7 miliar, atau tumbuh dua kali lipat dari posisi yang sama tahun lalu. Erata menyebutkan hal itu dikarenakan didukung beberapa faktor, antara lain karena penguatan dolar AS, penekanan NPL serta efisiensi biaya.

“Makanya RKP (rencana kerja perusahaan) lima tahun dapat diselesaikan lebih cepat,” sebut dia. Sementara itu, mengenai pembiayaan, Indonesia Eximbank, hingga Mei 2014, pembiayaan yang telah dilkaukan naik 50% menjadi Rp45,3 triliun. Sedangkan, mengenai aset perusahaan, meningkat 26,2% menjadi Rp51 triliun.

Sebelumnya, Indonesia Eximbank telah memberikan fasilitas kredit investasi ekspor (KIE) kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk senilai US$160 juta untuk mengembangkan beberapa proyek strategis. Dana tersebut akan digunakan untuk melakukan percepatan penyelesaian proyek Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Untuk tahap pertama, dana dikucurkan sebesar US$100 juta dan tahap kedua US$60 juta sebagai cadangan dana. Adapun proyek P3FP sendiri memiliki estinasi nilai proyek sekitar US$ 500-600 juta. Dana tersebut, lanjut dia, nanti akan digunakan untuk proyek perluasan pabrik feronikel ini sebesar US$573 juta. Sementara itu, untuk groundbreaking-nya sudah dimulai pada 7 Februari 2013 lalu, dan ditargetkan pada September 2015 akan rampung. [ardi]

Related posts