GCG Kunci Sukses Hadapi Persaingan MEA

NERACA

Jakarta- Komitmen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan daya saing pasar modal menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, didukung langsung oleh pelaku pasar dan termasuk Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Bahkan guna meningkatkan daya saing, AEI akan membantu regulator dalam meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Ketua AEI Franciscus Welirang mengatakan, pihaknya akan membantu regulator pasar modal Indonesia untuk mendorong emiten meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik, “Transparansi dan tata kelola yang baik merupakan keperluan emiten untuk dapat bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015,”ujarnya di Jakarta, Selasa (3/6).

Dia mengumpamakan, industri pasar modal seperti pertandingan sepak bola. Dimana BEI sebagai lapangan bola, pemain sebagai emiten dan OJK sebagai wasit lapangan,”Semua pemain sepak bola ingin tampil sebagai yang terbaik agar memiliki nilai jual. Begitu juga dengan emiten, dengan memiliki kinerja yang baik maka akan meningkatkan nilai sahamnya dan menjadi hal yang bagus bagi pemegang sahamnya," katanya.

Dirinya menuturkan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik diyakini mampu meningkatnya nilai saham dan akan membuat kepercayaan investor positif sehingga menarik minat investor lainnya. Maka dari itu, kuncinya adalah emiten harus tingkatkan penerapan GCG.

Kendati demikian, lanjut dia, faktor ekonomi domestik juga merupakan salah satu faktor yang harus dijaga, karena hal itu berkaitan dengan tingkat risiko investor. Selain menjabat sebagai Ketua AEI, Franciscus Welirang juga menduduki posisi Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Franciscus Welirang terpilih menjadi Ketua AEI periode 2014-2017 menggantikan Airlangga Hartanto.

Sementara Direktur Utama BEI, Ito Warsito menambahkan, di industri pasar modal ada tiga aspek yang menunjukkan perkembangan yakni pertumbuhan emiten, investor, dan sistem infrastruktur guna menghadapi MEA 2015,”Sejak 2009, emiten ditargetkan mencapai 500, saat ini sudah 495 emiten, sebentar lagi akan tercapai," paparnya.

Dari sisi investor, lanjut Ito, juga mengalami pertumbuhan. Pada 2009 lalu jumlah rekening efektif investor hanya sekitar 160.000 nasabah, sementara pada akhir 2013 sudah mencapai sekitar 408.000. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat, per April 214 jumlah akun yang tercatat sebanyak 427.498 nasabah.

Dan dari sisi infrastruktur, Ito Warsito mengatakan bahwa BEI bersama pihak lainya terus mengembangkan sistem perdagangan sehingga transaksi di pasar modal Indonesia dapat dilakukan secara elektronik sehingga membuat transaksi lebih efisien. (ant/bani)

Related posts