Saham MREI Dalam Pengawasan BEI

Lantaran mengalami pergerakan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi pergerakan saham PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/6).

Terkait dengan kegiatan unusual market activity yang dilakukan MREI, BEI memberikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh para investor. BEI mengharapkan investor untuk memperhatikan jawaban dari MREI atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja MREI dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action MREI apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Selain itu, BEI menjelaskan, pengumuman unusual market activity tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sebagai informasi, BEI mengajukan konfirmasi terhadap MREI pada tanggal 28 Mei 2014. Bicara soal saham yang masuk UMA, pihak BEI mengklaim bila saat ini jumlah saham yang masuk dalam daftar pergerakan di luar kewajaran atau "unusual market activity" pada perode April tahun 2014 berkurang dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi Prasetyo pernah bilang, secara logis jumlah saham yang masuk dalam daftar UMA memang berkurang. Hal tersebut mengindikasikan adanya perbaikan terutama dari pihak emiten dan secara umum dari para pelaku pasar saham yang memperhatikan informasi emiten.

Tercatat dalam data BEI, jumlah saham masuk daftar UMA per akhir April 2014 sebanyak 24 saham emiten. Angka itu berkurang dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 37 saham emiten. Uriep Budhi Prasetyo mengemukakan bahwa salah satu indikasi dari penurunan saham yang masuk dalam daftar UMA itu yakni meningkatnya kepatuhan terhadap prinsip keterbukaan informasi dari emiten yang menjustifikasi terhadap pergerakan sahamnya,”Pergerakan suatu saham idealnya terkait dengan kinerja serta keterbukaan informasi yang disampaikan emiten. Dalam kondisi itu pelaku pasar mempunyai kesempatan sama untuk masuk ke saham,”ucapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…

Wilton Repo Saham Renuka Coalindo

NERACA Jakarta - Wilton Resouces Pte Ltd pemegang saham pengendali (PSP) PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) melakukan penjualan sebanyak 50…

Audien Dengan Dirjen Pajak - BEI Keukeuh Suarakan Hapus Pajak ETF

NERACA Jakarta – Mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait soal insentif penghapusan pajak exchange traded fund (ETF) dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…