Pemegang Saham Catur Divestasi Saham

Pemegang saham pendiri PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) beramai-ramai melakukan penjualan kepemilikan saham CSAP kepada Investor Strategis asal Thailand, yakni NT ASIAN Discovery Master Fund. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Corporate Secretary CSAP, Idrus Hermawan Widjajakusuma menuturkan, beberapa pemegang saham CSAP telah melakukan divestasi seluruh kepemilikan saham dalam perseroan, kecuali PT Ekasentosa Jayasukses yang masih memiliki saham sejumlah 81.482.200 saham atau sebesar 2,81%,“Adapun tujuan transaksi penjualan saham yang dilakukan oleh pemegang saham CSAP tersebut adalah divestasi investasi dalam perseroan,” kata Idrus.

Menurut Idrus, nilai dari pelepasan sebanyak 608.000.000 atau 21% saham CSAP yang dilakukan oleh beberapa Permegang saham Perseroan tersebut sekitar Rp221,9 miliar, dari harga pelaksanaan di level Rp365 per saham. “Mereka bersama-masa melakukan transaksi pelepasan saham CSAP di pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Mei 2014,” ujarnya.

Idrus menyebutkan, para pemegang saham CSAP yang melakukan penjualan kepemilikan saham adalah PT Budilestari Sentosa sebanyak 100.457.200 saham (3,47%), PT Tunaskurnia Abadi 66.442.000 saham (2,295%), PT Darmapatria Sentosa Abadi 66.442.000 saham (2,295%).

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat positif kepada PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. Alasannya, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan logistik serta ritel modern bahan bangunan pada tahun ini memiliki prospek positif didukung tetap tumbuhnya industri properti.

Analis Pefindo Guntur Tri Hariyanto menilai, meski industri properti pada tahun ini menghadapi kompetisi ketat, di mana pertumbuhannya diperkirakan hanya sekitar 10 persen, namun kondisi tersebut hanya bersifat sementara,”Pertumbuhan industri properti akan kembali rebound, terutama mengingat bahwa backlog perumahan di Indonesia diperkirakan mencapai 15 juta unit tahun ini," kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

POWR Realisasikan Buyback 17,8 Juta Saham

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) telah melakukan pembelian kembali saham atau buy back sebesar 17,8 juta lembar saham dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…