Trikomsel Terbitkan Notes Rp 962,79 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) memberikan jaminan terhadap menerbitkan notes sebesar 100 juta dolar Singapura atau setara dengan Rp962,79 miliar. Penerbitan ini merupakan aksi korporasi anak usaha TRIO yaitu Trikomsel Pte Ltd yang berada di Singapura. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan akan mencatatkan penerbitan ini di Singapore Exchange Securities Trading Limited. Perseroan mengharapkan dengan penerbitan ini dapat membayar beberapa kredit dari perbankan. Dengan penerbitan ini dapat mengubah risiko pembiayaan jangka pendek menjadi jangka panjang. Dengan demikian likuiditas perseroan akan lebih terjaga.

Pada kuartal pertama tahun ini, PT Trikomsel Oke Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp107,52 miliar atau naik 5,83% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp101,6 miliar. Disebutkan, naiknya laba bersih tersebut didukung meningkatnya pendapatan bersih pada periode yang sama sekitar 28,16% menjadi Rp3,14 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,45 triliun. Naiknya pendapatan diikuti melonjaknya beban pokok pendapatan menjadi Rp2,71 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,1 triliun. Namun, laba usaha tercatat naik menjadi Rp255,06 miliar dari Rp218,31 miliar.

Sementara meningkatnya beban keuangan menjadi Rp105,17 miliar dari Rp66,03 miliar menyebabkan laba periode berjalan turun 3,19% menjadi Rp110,25 miliar dari akhir kuartal I/2013 senilai Rp113,88 miliar. Adapun laba bersih per saham dasar pada akhir Maret meningkat menjadi Rp23 dari periode yang sama tahun lalu Rp21 per lembar.

Total aset perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp8,1 triliun, dengan utang sebesar Rp5,96 triliun. Angka ini turun dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp8,24 triliun, dengan utang Rp6,21 triliun.

Tahun lalu perseroan mencetak pendapatan bersih sebesar Rp10,37 triliun, naik 8,13% dibanding 2012 seniai Rp9,59 triliun. Untuk tahun ini, perseroan membidik pendapatan tumbuh sebesar 9%. Direktur keuangan PT Trikomsel Oke Tbk, Juliana Samudra pernah bilang, target pendapatan tahun ini akan sama dengan 2013. "Target pendapatan tahun ini mestinya pendapatan tahun ini minimum sama dengan tahun lalu yang pertumbuhannya hampir 9%,”paparnya.

Dia juga menegaskan, rencana pemerintah menetapkan penjualan ponsel smartphone sebagai Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), tidak akan mempengaruhi kinerja dan penjualan perseroan. Menurutnya, ponsel pintar merupakan bagian lini bisnis yang terus tergarap. "PPnBM kan akan baru naik, jadi belum ada pengaruhnya ke kinerja perseroan,”ujarnya

Juliana mengatakan, justru pihaknya mengkawatirkan bila PPnBM itu akan membawa dampak pada masuknya ponsel ilegal. Sebab, ponsel ilegal saja tanpa adanya PPnBM yang akan naik sudah marak. Sebenarnya maraknya ponsel pintar ilegal itu menjadi kecemasan karena perseroan harus kerepotan mengantisipasi peredaran ponsel pintar ilegal. "Mustinya risiko maraknya ilegal 25%, artinya pemain pada harga signifikan. Itu yang ditakutkan," kata Juliana. (bani)

Related posts