MNC Grup Suntikan Modal Rp 5Triliun - Perkuat Likuiditas MNC Bank

NERACA

JAKARTA - MNC Grup siap mengembangkan PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) dengan meningkatkan modal inti di atas Rp5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Ini membuat perseroan dapat naik kelas ke BUKU 3 (bank umum dengan modal inti sebesar Rp5-Rp30 triliun) dari posisi saat ini di BUKU 1.

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan Bank Bumiputera. Ke depan perbankan disebutnya dapat menjadi ujung tombak bisnis jasa keuangan MNC Group. Hal ini sama seperti komitmen perseroan dalam membesarkan bisnis media hingga di level internasional,”Lokomotif jasa keuangan ke depan adalah bank. Kami akan terus perkuat permodalan menjadi Rp5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Potensinya masih sangat besar," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, dari 250 juta penduduk Indonesia, masih ada sekitar 80% warga yang belum punya rekening bank. Ini akan membuat jumlah nasabah akan meningkat seiring waktu. Tantangannya taraf hidup masyarakat masih sebatas harian karena disparitas yang tinggi antara yang kaya dan miskin. Ini disebutnya karena kinerja pemerintahan belum efektif. "Pemerataan kemampuan masyarakat masih merata dan ini berkorelasi dengan pertumbuhan industri bank," ujarnya.

Pihaknya akan memaksimalkan layanan financial dengan konsep supermarket yang lengkap. Namun, industri akan terus berkembang mengikuti teknologi karena karakter masyarakat Indonesia yang muda. Ini akan membuat perseroan terus melakukan investasi besar untuk mendorong kinerja bank, asuransi, dan lainnya."Cabang Bumiputera di sini akan sangat aktif. Karena sudah ada tujuh anak usaha besar di sini, sehingga akan efektif. Ke depan akan ada news center yang akan selesai akhir tahun sehingga menjadi lebih aktif. Media tower dan hotel mewah dalam tiga tahun lagi juga akan mendorong trafik yang padat. Lima tower di sini nantinya. Cabang ini akan aktif sekali," terangnya.

HT juga mengingatkan untuk tidak melupakan persaingan dengan menjaga kualitas. Pelayanan konsumen harus dengan integritas. "Kecepatan layanan harus ditingkatkan. Karena kita ini free market harus efisien. Walaupun kantor kecil tapi saya yakin asetnya akan besar. Bisnis ritel potensinya besar sekali, harus bisa ditangkap," ujarnya.

Sementara Presiden Direktur PT Bank ICB Bumiputera Tbk Eddy Rainal Sinulingga mengatakan, dengan bergabungnya MNC Group, perseroan optimis dapat memaksimalkan pendapatan berbasis biaya (fee based income).

Hingga kini fee based income perseroan masih terbilang kecil. Namun mulai 2015, perseroan berencana menaikkan hingga 20% dari total pendapatan. "Paling besar fee based income kita harapkan dari transaksi forex. Tidak hanya money changer tapi juga untuk layanan forward. Kami ini bank devisa sehingga sudah siap," ujarnya.

Selain itu, potensi fee based lainnya juga berasal dari bank garansi. Terutama karena MNC sendiri merupakan group besar yang memiliki anak usaha yang banyak. Juga sebagai implan banking untuk menyalurkan kredit tanpa agunan (KTA) kepada 30 ribu karyawan MNC Group."Karena, MNC ini banyak anak usahanya, jadi kalau misalnya butuh bank garansi tidak jauh-jauh, bisa ke kita," jelasnya. Selanjutnya, fee based juga berasal dari transaksi-transaksi seperti pembayaran gaji dan pembayaran kontrak. Belum lagi potensi dari luar grup yang menjanjikan di sektor ritel dan konsumer. (bani)

Related posts