Pengusaha Diminta Beri Gaji Tinggi Pada ABK - Perikanan Tangkap

NERACA

Jakarta – Bustami Mahyuddin Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizami Zachman Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Prikanan (KKP), menyebutkan sangat miris melihat kondisi Anak Buah Kapal (ABK) karena pengusaha memberikan gaji kecil kepada mereka yang hanya Rp 2,5 jutaan masih sangat jauh dibandingkan dengan ABK negara lain seperti Korea yang mampu menggaji ABK nya bisa mencapai Rp 15 juta per bulannya.

Melihat kondisi itu, Bustami menginginkan kepada para pengusaha agar dapat memberikan upah besar guna mensejahterakan para buruh kapal nasional. “Potensi laut Indonesia sangat besar, kondisi itu jelas menggambarkan industri perikanan laut punya potensi tinggi. Tapi sangat disayangkan dengan hasil itu, para ABK kurang hidup sejahtera. Makanya kami berharap para pengsusaha kapal dapat memperhatikan kesejahteraan ABK nya,” kata Bustami saat berbincang di kantornya di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Senin (2/6).

Karena apa secara profitabilitas pengusuaha kapal pasti sangat tinggi, apalagi kapal-kapal besar seperti 200 Groos Tonnage (GT) karena hasil tangkapannya orientasinya ekspor. Dimana produk perikanan Indonesia paling dicarai di pasar International. “Orientasi hasil tangkapan hampir 70% produksi ikan nasional diekspor dengan harga bagus. Oleh karena itulah pentingnya para pengusaha agar dapat memberikan upah lebih bagus,” imbuhnya.

Selain itu, disamping memberikan upah yang lebih baik. Alangkah pentingnya pengusaha dapat memberikan training atau pelatihan kepada ABK agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lebih baik. “ Sekarang ini yang ABK lokal itu hanya lulusan sekolah dasar paling banter SMP yang lulusan sekolah pelayaran biasaya lebih memilih kerja di luar negeri dibandingkan kerja di dalam negeri karena gaji yang ditawarkan lebih menjanjikan. Maka dari itulah semoga pengusaha bisa memberikan gaji yang bagus sehingga dapat merangsang bagi masyarakat Indonesia untuk kerja diperkapalan,” paparnya.

Melihat kondisi itu, di tahun politik ini isu tentang ABK menjadi isu strategis bagi para calon presiden maupun wakil presiden. Juru Bicara Jusuf Kalla, Poempida Hidayatullahmenegaskan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan memperhatikan nasib Anak Buah Kapal (ABK). Karena selama ini banyak nasib tenaga kerja ABK yang tidak diperhatikan baik pemimpin negara maupun pemerintah."ABK juga akan jadi fokus tersendiri di pemerintahan ke depan," ujarnya.

Poempida menjelaskan ABK yang bekerja akan diperhatikan penempatan di luar negeri. Sehingga nasib para ABK bisa terus dipantau dan tercatat di pemerintah sebagai TKI. "Perhatian ini dalam konteks pengiriman ABK ke luar negeri," ungkap Poempida.

Poempida mengungkapkan selama ini banyak ABK yang tak diberi upah, tapi kerja melebihi jam yang telah ditentukan. Selain itu para ABK banyak yang dipukuli tanpa sebab yang jelas. "Ada yang tiga tahun di laut tidak digaji, tidak tahu apakah gajinya dibayar atau tidak, dipukuli, hanya tidur dua jam sehari," tegasnya. [agus]

Related posts