Pemerintah Bangun 14 Pelabuhan Ekspor Batubara

NERACA

Jakarta - Sebagai salah satu penghasil batubara terbesar di dunia, pemerintah akan membangun 14 pelabuhan ekspor batubara di beberapa tempat khususnya di Sumatera dan Kalimantan. Pasalnya, kedua daerah tersebut merupakan daerah penghasil batubara di Indonesia. Hal tersebut seperti dikatakan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) R Sukhyar yang dikutip, Senin (2/6).

Ia beralasan pembangunan pelabuhan ekspor tersebut agar sistem pengawasan lebih ketat dalam melakukan distribusi penjualan batubara ke luar negeri. Sukhyar pun mengaku telah maraknya ekspor batubara secara ilegal. "Nantinya pelabuhan tersebut bisa berfungsi sebagai alat kontrol mengatasi ekspor batubara secara ilegal," jelasnya.

Pihaknya mengakui telah adanya perbedaan data jumlah ekspor batubara antara Kementerian ESDM dengan yang tercata di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan. Perbedaan data tersebut, lanjut dia, telah mengakibatkan penerimaan royalti yang diterima negara tidak optimal.

Soal pembangunannya, Sukhyar menyatakan bahwa lokasinya akan dibagi rata yaitu Sumatera akan dibangun 7 pelabuhan ekspor dan Kalimantan akan dibangun 7 pelabuhan ekspor. Ia memastikan pelabuhan ekspor batu bara itu memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. "Jadi tidak butuh dana besar untuk mewujudkannya," kata Sukhyar.

Rencana pembangunan pelabuhan ekspor batu bara ini merupakan kerja sama antara kementerian ESDM dengan Kemenhub. "Konsep dan proposalnya dari Kementerian ESDM. Sedangkan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Ia mengharapkan pelabuhan khusus batubara itu juga akan menjadi penyeimbang antara pemenuhan kebutuhan batu bara di dalam negeri dengan ekspor. Kebutuhan batu bara domestik pada tahun ini diprediksi mencapai 95,5 juta, naik cukup tinggi dibandingkan dengan 2013 sebesar 65 juta ton. Sukhyar mengatakan peningkatan demand dalam negeri itu masih dapat dipenuhi mengingat produksi batu bara nasional 2014 ditargetkan pada kisaran 390-420 juta ton.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM. Ekspor batubara pada kuartal I-2014 telah mencapai 100 juta ton. Angka tersebut dirasa akan sesuai target yaitu ekspor selama 2014 maksimal sebesar 421 juta ton dan minimal 326 juta ton. Pada kesempatan sebelumnya, Sukhyar menjelaskan, batu bara Indonesia banyak diekspor ke wilayah ASEAN dan India. "Tiongkok masih mendominasi pangsa pasar batu bara kita," ujar pria berkacamata yang menjabat sebagai Dirjen Minerba per Desember 2013 itu.

Karena harga batu bara anjlok, Sukhyar meminta pengusaha batu bara berkalori rendah menghentikan sementara produksi. "Harga batu bara kalori tinggi sekarang sekitar 70 dolar per ton dan kalori rendah 19 dolar per ton. Sedangkan biaya produksi sekitar 25-30 dolar per ton. Jadi perusahaan yang kalorinya rendah tidak usah beroperasi dulu sampai harga naik," terang Sukhyar.

Harga batu bara di pasar dunia sedang menukik ke bawah akibat krisis ekonomi. Negara- negara tujuan ekspor batu bara tidak mampu membeli lagi sehingga permintaan berkurang. Padahal, penawaran bertambah. Hingga kini harga batu bara kalori tinggi (lebih dari 6.000 kilokalori) berdasarkan harga batu bara acuan (HBA Mei 2014) adalah 73,60 dolar per ton. Penurunan harga ini diperkirakan masih terus berlangsung hingga tahun depan.

Hasil kajian KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan cadangan nomor 8 di dunia tetapi menjadi negara pengekspor batu bara nomor satu di dunia. "Penghasilan ekspor batubara hanya Rp22 triliun, padahal produksi batu bara ada 228 juta ton tetapi karena data yang berbeda-beda ada selisih Rp28,5 triliun yang seharusnya menjadi bagian dari pemasukan," ungkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Adnan Pandu menegaskan dalam 15 tahun lagi, cadangan batu bara Indonesia akan habis karena Indonesia hanya memiliki 2,6% cadangan dunia, tetapi pengekspor nomor 1 dunia. "Tata kelola tidak terintegrasi jadi muncul selisih itu, temuan ini akan diserahkan ke Dirjen agar membuat tata kelola yang terintegrasi," ungkap Adnan.

BERITA TERKAIT

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Dorong Ekspor UKM, Kemenkop Perkuat Sinergitas

Dorong Ekspor UKM, Kemenkop Perkuat Sinergitas NERACA Yogyakarta - Kementerian Koperasi dan UKM komitmen untuk terus mendorong koperasi dan UKM…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

Dunia Usaha Dimintai Dukungan Hadapi Diskriminasi Sawit UE

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa untuk ikut membantu proses negosiasi dan diplomasi kepada UE…

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…