Mei Sumbang Inflasi 0,16%

NERACA

Jakarta – Berdasarkan data yang dilangsir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2014 menyumbang inflasi 0,16% dan laju inflasi tahun kalendernya 1,56%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan April 2014, dimana terjadi deflasi sebesar 0,02%.Adapun pada Mei 2013 tercatat Indonesia mengalami deflasi 0,03%. . Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi inflasi 7,32%.

“Dengan demikian, inflasi inti secarayear on yeartercatat sebesar 4,82%”, ungkap Kepala BPS Suryamin, saat membaca hasil laporan BPS di Jakarta, Senin, (2/5).

Inflasi itu terjadi berdasarkan perhitungan dari 82 kota yang mengalami 15 deflasi, dan mengalami 67 inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar yakni sebesar 1,61%.Dari 23 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatra, 5 diantaranya mengalami inflasi lebih dari 0,5%

Suryamin menambahkan, khusus untuk wilayah Sumatera tercatat hanya terdapat 5 kota yang besaran inflasinya berada di bawah 0,05%. Dengan dasar itu, Suryamin meminta pemerintah perlu melakukan pengendalian ekstra untuk wilayah tersebut. “Sehingga untuk Sumatera memang butuh pengendalian ekstra atau pengendalian yang lebih lagi,” tandas Suryamin

Adapun kelompok penyumbang kesehatan mengalami inflasi paling tinggi, yakni sebesar 0,41%, sedangkan kelompok bahan makanan deflasi 0,15%. Sementara itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau masih inflasi 0,35%. Kelompok sandang inflasi 0,12%.

Kemarin Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pada Mei 2014 terjadi inflasi yang akan berada pada kisaran 0,09% hingga 0,1%. Perkiraan tersebut masih sejalan dengan laju inflasi yang mengarah pada target di 2014 sebesar 4,5% plus minus 1%.

“Kira-kira (inflasi) mungkin antara 0,09% sampai 0,1%(month-to-month).Itu inflasi untuk bulan Mei 2014 dan saya rasa masih sejalan dengan target inflasi di akhir 2014,” ujar Gubernur BI, Agus D.W. Martowardojo.

Agus menilai, perkiraan inflasi yang sebesar 0,09% hingga 0,1% pada Mei 2014 tersebut, masih sesuai dengan harapan Bank Indonesia. Laju inflasi masih berada dalam koridor sasaran inflasi 2014.

Selain itu, lanjutnya, BI juga terus mengamati hasil diskusi yang dilakukan oleh DPR terkait dengan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBNP). “Karena ini adalah satu yang sebaiknya memang bisa ditangani lebih awal sehingga fiskal Indonesia senantiasa dapat terjaga dalam kondisi sehat,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2014 mencatatkan deflasi sebesar 0,02%, sehingga menurunkan angka inflasi tahunan menjadi 7,25%. [agus]

BERITA TERKAIT

Geliat Industri 4.0 Sumbang Permintaan di Sektor Properti

Geliat Industri 4.0 Sumbang Permintaan di Sektor Properti   NERACA Jakarta - Geliat industri 4.0 turut menyumbang permintaan di sektor properti…

Wapres : Kepala Daerah Selaraskan Inflasi dengan Pendapatan Petani

NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta kepala daerah untuk selalu menjaga keselarasan antara kenaikan harga barang dan…

Infrastruktur Dukung Upaya untuk Mengendalikan Inflasi

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan mampu…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sasa Raih Penghargaan Top Brand Award 2019

    NERACA   Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan, PT Sasa Inti mengalami pertumbuhan dan perkembangan…

Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

    NERACA   Jakarta - Aktivis penggagas gerakan PancasilaPower, Rieke Diah Pitaloka mendeklarasikan gerakan kebangsaan PancasilaPower di IKIP Budi…

Said Abdullah: Pendekatan Ekonomi dan Keamanan Jadi Lokomotif Penyelesaian Masalah Papua

  NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menegaskan sinergitas antara aspek ekonomi dan…