15 Tahun PNM Maju Bersama UMKM

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menunjukan konsistensi dan komitmenya selama 15 tahun dalam mengembangkan UMKM di Tanah Air melalui jasa pembiayaan dan manajemen.

Sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi atas pertumbuhan usaha, PNM memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-15 secara sederhana di Eco Function Ancol, Jakarta, dengan mengangkat tema PNM Maju UKM Bermutu. Peringatan HUT PNM Ke-15 dirayakan oleh seluruh karyawan PNM Grup, dengan sebelumnya menggelar aksi donor darah di 5 kota, peletakan batu pertama Perumahan Karyawan tahap II, peluncuran buku Pengusaha Tahan Banting seri III, serta re-launching portal www.pnm.co.id dan memperkenalkan seragam baru PNM.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan di usianya yang ke-15, PNM terus mencatat pencapaian-pencapaian yang luar biasa. Seiring dengan trend perkembangan pasar keuangan mikro yang semakin dinamis, PNM akan dihadapkan pada tantangan-tantangan yang lebih besar lagi sehingga dituntut untuk senantiasa mengembangkan diri dan berinovasi mengikuti tuntutan jaman.

“Sejak berdiri pada 1999, PNM telah mengalami berbagai gelombang pasang surut serta menghadapi berbagai tantangan dan situasi krisis, namun berkat kerjasama tim dan solidnya manajemen, ditambah dengan kemampuan profesionalisme, kondisi tersebut dapat dilalui dengan baik,” kata Parman, Minggu (1/6).

Menurut Parman, transformasi bisnis pada 2008 merupakan momentum perbaikan PNM, yang membalikan kondisi perusahaan dari ancaman keterpurukan menjadi BUMN mitra UMKM yang sehat dan terkemuka seperti sekarang. Hal itu ditandai dengan komposisi pembiayaan PNM mengalami pergeseran, dimana persentase kredit program semakin berkurang sesuai dengan fokus bisnis Perusahaan menyalurkan pembiayaan langsung ke sektor UMKM melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Penyaluran pembiayaan ULaMm dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan, dimana pada Maret 2014 sebesar Rp3,2 triliun. Sementara itu, kredit program PNM terus berkurang dan posisi terakhir tercatat tinggal Rp690 juta. Secara akumulasi, sejak berdiri hingga Maret 2014, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp17,48 triliun, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2,1 juta pelaku UMKM.

“Transformasi bisnis ini terus memberikan hasil yang baik, dengan meningkatnya volume bisnis serta semakin luasnya jangkauan pelayanan, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga kualitas asset terjaga,” tutur Parman.

Saat ini PNM memiliki 706 kantor layanan, termasuk 578 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang tersebar di 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Operasi PNM, Kemas Hasani menjelaskan PNM terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan guna menunjang bisnis pembiayaan ULaMM. Selain dari perbankan, PNM juga menarik dana segar dari pasar modal melalui penerbitan obligasi, reksadana penyertaan terbatas (RDPT) dan instrument pasar modal lainnya.

Sepanjang 2013, PNM telah menarik pendanaan baru dari perbankan dan pasar modal senilai total Rp2,082 triliun. Mayoritas pendanaan baru berasal dari pasar modal sebesar Rp1,269 triliun atau 61%, yang merupakan buah dari kesuksesan penerbitan obligasi II PNM pada Juli 2013 sebesar Rp 1 triliun serta penerbitan MTN atau reksadana penyertaan terbatas (RDPT) sebesar Rp269 miliar. Sementara itu, porsi pendanaan dari perbankan konvensional maupun syariah hanya 39% dari total pendanaan, yaitu sebesar Rp813 miliar.

“Diversifikasi pendanaan ini dilakukan PNM untuk mengendalikan biaya bunga pinjaman dan mengurangi ketergantungan pendanaan dari perbankan,” ujar Kemas.

Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi menambahkan upaya pemberdayaan UMKM tak hanya ditempuh PNM dengan menyalurkan pembiayaan, melainkan pula dengan memberikan jasa pembinaan dan pendampingan usaha. Pembinaan dan pendampingan UMKM dilakukan secara regular dan berkelompok, dengan materi beragam disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan nasabah.

“Dalam rangka pemberdayaan UMKM, PNM juga membangun kemitraan dengan lembaga dan instansi pendidikan seperti Jetro (Japan External Trade Organization), Kadin (Kamar Dagang dan Industri), Universitas Pakuan dan organisasi lain guna memberikan bantuan yang lebih komprehensif kepada UMKM,” tutur Arief.

Arief menambahkan aktivitas pemberdayaan UMKM, yang mengombinasikan bisnis pembiayaan dan peningkatan kapasitas bisnis, menjadi pembeda PNM dibanding dengan lembaga keuangan lainnya. Selama 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258% dibandingkan dengan pencapaian 2012. Khusus untuk triwulan I 2014, PNM telah menggelar Pelatihan sebanyak 28 kali, yang diikuti oleh 2.131 pelaku UMKM.

“Jenis pelatihan yang diberikan PNM cukup beragam, seperti pembekalan kemampuan teknis seperti sertifikasi Pendaftaran Industri Rumah Tangga (P-IRT), cara pengemasan, pengolahan produk, serta inovasi dan strategi pemasaran,” jelas dia. [mohar]

Related posts