Transaksi Efek Syariah Berkembang Pesat - Minat Investor Mulai Tumbuh

NERACA

Jakarta – Meskipun pasar modal syariah belum begitu tenar bagi pelaku pasar modal, namun dalam perjalanannya transaksi efek berbasis syariah mulai berkembang pesat. Hal ini disebabkan, semakin gencarnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mensosialisasikan pasar modal syariah.

Direktur Utama Sucorinvest Central, Gani Ratih mengatakan, minat investor melakukan transaksi efek berbasis syariah cukup baik seiring dengan pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan,”Sudah banyak nasabah yang membuka akun syariah dan minatnya cukup baik. Instrumen investasi syariah akan tumbuh pesat karena memiliki pasar tersendiri," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Gani Ratih Item menambahkan, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 240 juta jiwa dan mayoritas muslim terbesar di dunia merupakan potensi untuk menumbuhkan jumlah investor. Dalam data di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) disebutkan, jumlah investor sebanyak 427.498 nasabah per April 2014 dengan instrumen investasi syariah yang terus dikembangkan, maka kedepannya pertumbuhan investor akan pesat.

Maka untuk mendukung pasar modal syariah di Indonesia, lanjutnya, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan melakukan pendidikan,”Sambutannya positif, karena produk syariah memang belum terlalu banyak,”paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Ito Warsito menambahkan, pihak BEI juga telah mengembangkan suatu model perdagangan "online" yang sesuai Syariah untuk diaplikasikan oleh Anggota Bursa (AB) pada September 2011,”Dengan adanya sistem ini, maka perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia diharapkan semakin meningkat karena investor akan semakin mudah dan nyaman dalam melakukan perdagangan saham secara Syariah," katanya.

Saat ini, dari 116 anggota bursa (AB), sebanyak delapan perusahaan sudah mengembangkan sistem "online trading syariah", yakni Sucorinvest Central Gani, Indo Premier Online Technology, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, Trimegah Sekuritas, KDB Daewoo Securities, dan Phintraco Secuirites.

Dalam data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 20 Mei 2014, terdapat 336 saham perusahaan masuk dalam kategori syariah, sementara saham yang tercatat di BEI sebanyak 494 saham emiten. Sebelumnya, Deputi Komisioner OJK Pengawas Pasar Modal I Sarjito mengatakan bahwa akan menyelesaikan proses penyempurnaan regulasi pasar modal syariah pada tahun ini,”Penyempurnaan regulasi pasar modal syariah khususnya, Peraturan no.IX.A.13 tentang Penerbtan Efek Syariah sedang dalam proses penyusunan naskah akademis dan diharapkan peraturan dapat disusun dan diselesaikan dalam tahun 2014 ini," ujarnya.

Asal tahu saja, untuk merebut potensi pasar modal syariah yang menjanjikan, PT Suconrivest Central terus melakukan inovasi produk dan termasuk layanan untuk kemudahan transaksi saham bagi investor dengan merilis Sucorinvest Personal Trading Syariah (SPOT). Disebutkan, dengan hadirnya layanan transaksi tersebut, pihaknya menargetkan pertumbuhan nasabah syariah sebesar 1.000 hingga akhir 2014. (bani)

Related posts