Rumah Sakit Omni Bidik Pendapatan Tumbuh 20% - Garap Pasar Kelas Menengah

NERACA

Jakarta – Masih terbatasnya layanan dan infrastruktur rumah sakit, ditambah terus bertumbuhnya masyarakat kelas menengah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi pasar yang menjanjikan bagi PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), emiten operator rumah sakit. Tak ayal dengan potensi pasar tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%.

Direktur Pemasaran yang juga Corporate Secretary PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, Hassan Themas mengatakan, mulai tingginya tingkat okupansi di dua rumah sakit yang dimiliki perseroan menjadi salah satu alasan meningkatkan target pendapatannya pada tahun ini,”Target pendapatan full year naik 20%, hal ini terlihat dari pendapatan di kuartal I/2014 yang meningkat 22%, untuk margin sepanjang tahun ini kita targetkan naik 23-24%,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebaga informasi, akhir tahun lalu perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 24,4% atau menjadi sekitar Rp336,51 miliar dari Rp270,47 miliar ditahun 2012 silam. Sedangkan laba bersih sebesar Rp46,65 miliar atau meningkat 100,5% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang berada diangka Rp23,37 miliar.

Maka dengan target pertumbuhan 20%, kata Hasan, perseroan membidik pendapatan sebesar

Rp403,81 miliar. Hingga kuartal pertama tahun ini, tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Omni Pulomas berkisar diangka 68%, sementara BOR di Rumah Sakit Omni Alam Sutera berada di angka 64%. Sementara untuk pendapatan, perseroan berhasil membukukan dana hingga kuartal pertama sebesar Rp89,07 miliar dan laba bersih mencapai Rp11,67 miliar.

Hassan menambahkan, jika tingkat okupansi di kedua rumah sakit tersebut sudah mencapai 70%, perseroan akan mulai melakukan penambahan kamar. Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Alasannya, perseroan masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembangkan bisnisnya.

Kata Hassan Themas, meski kinerja keuangan perseroan pada tahun lalu memang positif. Namun manajemen lebih memilih untuk menggunakan laba bersih 2014 sebagai dana cadangan, “Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) menyepakati untuk tidak memberi dividen pada tahun ini,”ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 140 miliar. Rencananya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk menambah beberapa medical equipment atau peralatan medis kedokteran, lalu pembangunan kemoterapi centre, serta peremajaan gedung milik perseroan.

Menurut Hasan, porsinya belanja modal sebesar 40% untuk medical equipment, dan sisanya untuk peremajaan dan pembangunan kemoterapi. Disebutkan, anggaran belanja modal tersebut bersumber dari kas internal perseroan, serta refinancing bank dengan porsinya 50:50.

Tercatat sebanyak 47% pendapatan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dikontribusikan dari anak usahanya, yaitu PT Sarana Meditama International, pemilik dan pengelola Rumah Sakit Omni Alam Sutera. Disebutkan, pencapaian tersebut adalah hasil dari berbagai inisiatif dalam kualitas pelayanan medik, efisiensi dan produktivitas, penyederhanaan alur proses dan strategi pemasaran yang efektif yang dilakukan oleh manajemen. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Pasar Milenial - Erha Luncurkan E-commerce Produk Kesehatan Kulit

Boomingnya industri e-commerce di dalam negeri, dimanfaatkan Erha sebagai klinik kesehatan kulit untuk mendongkrak penjualan. Apalagi, saat ini belum banyak…

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…