RI Ingin Perdagangan Dengan Chili US$1,6 Miliar - Ekonomi Bilateral

NERACA

Jakarta – Beberapa perwakilan dari Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo dan Duta Besar RI untuk Santiago, Chile, Aloysius Lele Madja melakukan perundingan pertama Trade in Goods (TIGs). Iman mengatakan bahwa pertemuan antara delegasi dari Indonesia telah berlangsung sejak 26-27 Mei 2014 di Santiago, Chile dengan topik pembahasan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Iman mengatakan perundingan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Joint Study Group Free Trade Agreement Indonesia dan Chile yang digagas sejak tahun 2002 dan merupakan pelaksanaan kesepakatan kedua Kepala Negara di APEC, Vladivostok, Rusia, tahun 2012.

Menurut dia, perundingan akan dilakukan secara bertahap (incremental approach) dimana perundingan TIGs dilakukan terlebih dahulu dan akan diikuti oleh perundingan trade in services, investment, dispute settlement dan cooperation. “Tujuan utama perundingan sebagai upaya untuk meningkatkan pangsa pasar barang dan jasa serta investasi Indonesia di Amerika Tengah dan Selatan,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima Neraca, akhir pekan kemarin.

Dengan total Gross Domestic Product (GDP) kedua negara sebesar US$ 1,6 trilliun, sambung Iman, total perdagangan Indonesia dan Chile berpotensi mencapai USD 1,6 miliar dari total perdagangan saat ini yang tercatat hanya mencapai USD 600 juta. Perundingan ke-1 TIGs IC-CEPA adalah memulai peletakan landasan untuk perundingan substantif (request and offer).

Sejauh ini, kedua pihak dikatakan telah sepakat untuk melanjutkan perundingan lingkup dan draft text sebelum memasuki perundingan substantif di bawah arah pemerintahan baru di Indonesia. “Kedua pihak juga sepakat bahwa substansi perjanjian harus simple dan mengacu pada ketentuan WTO dan menghindari pasal pasal yang kontroversi dan menghindari mengubah peraturan perundang-undangan kedua negara,” pungkas Iman Pambagyo.

Total komoditi yang diekspor Indonesia ke Chile pada 2012 tercatat telah mencapai 622 komoditi dari 4.084 komoditi yang di ekspor Indonesia ke pasar dunia. Sementara, Chile hanya mengekspor sebanyak 91 komoditi ke Indonesia yang di ekspor Chile ke pasar dunia. Iman mengatakan bahwa Indonesoa berada pada posisi ke 4 sebagai pemasok terbesar ke Chile setelah Thailand, Vietnam, dan Malaysia. “Perdagangan Indonesia ke Chile bersifat saling melengkapi,” kata Iman.

Ekspor utama Indonesia ke Chile sebesar 60% didominasi oleh produk sepatu olah raga, karet dan produk karet, kulkas, kendaraan roda empat, elektronik, rumput laut, pakaian jadi, peralatan dapur. Sementara impor utama Indonesia dari Chile sebesar 60% adalah bijih besi, tembaga, pupuk, bubur kayu, anggur segar, susu bubuk, ikan salmon, dan wine.

Kegiatan ekspor dan impor Indonesia ke Chile dan sebaliknya, banyak dilakukan melalui negara ketiga yaitu Hongkong, Shanghai, Peru, dan beberapa produk melalui Selandia Baru, Singapura, Panama dan Belanda. Menurut Iman, "Selain sebagai negara tujuan ekspor non tradisional bagi Indonesia, Chile juga dapat dimaanfatkan sebagai hub bagi negara negara di kawasan Amerika Tengah dan Selatan dengan adanya fasilitas zona perdagangan bebas di Iqueque, Chile."

Produk-produk ekspor utama Indonesia di pasar Chile masih menghadapi tingkat tarif sebesar 6% serta Pajak Pertambahan Nilai (PPn) atau disebut IVA sebesar 19%. Selain itu, Chile juga termasuk negara yang cukup ketat melindungi konsumen dan industri dalam negerinya melalui pengenaan ketentuan SPS dan TBT.

Di sela-sela perundingan IC-CEPA, delegasi RI juga melakukan courtesy visit dengan Mr. Heraldo Munoz, Menteri Luar Negeri Chile. Pada pertemuan tersebut Menlu Chile menekankan pentingnya perundingan IC-CEPA bagi hubungan kerja sama ekonomi Chile yang saat ini difokuskan pada kerja sama dengan negara-negara Asia. Diperkirakan sekitar 40% ekspor Chile ditujukan ke negara- negara ASEAN dan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN telah diposisikan sebagai negara terpenting di kawasan ASEAN.

Related posts