Surga Baru Para Pecinta Surfing - Pantai Pulau Merah

Surga alam yang tersembunyi memang banyak sekali Indonesia miliki, seperti surga bagi para peselancar ini. Pantai Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi terus diperkenalkan sebagai surganya peselancar selain dengan adanyaG-land di Pantai Plengkung yang sudah mendunia sebelumnya. Pada 23-25 Mei 2014, Pantai Pulau Merah menghelatBanyuwangi Red Island International Surfing Competition. Lokasi acaranya tepat di pesisir pantainya, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Hari pertama kompetisi dimeriahkan dengan upacara pembukaan, sementara di hari kedua, peserta mengikuti babak kualifikasi. Mereka yang lolos seleksi berhak memasuki babak final di hari ketiga. Kompetisi terbagi dua kategori, yaitu nasional dan internasional. Sebanyak 47 peselancar nasional dan 66 peselancar internasional berkompetisi menaklukkan ombak di Pulau Merah dan disaksikan sekira 10.000 pengunjung. Total hadiah yang diperebutkan adalah Rp75 juta.

Kompetisi ioni diikuti peselancar yang berasal dari 12 negara. Mereka berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Jerman, Brasil, Australia, Belgia, Puerto Rico, Korea Selatan dan Jepang.Pulau Merah memiliki banyak keunggulan. Selain memiliki gulungan ombak menantang, panorama pulau ini pun tak kalah rupawan dari pantai-pantai lain di Banyuwangi. Sebuah bukit setinggi 200 meter menghiasinya, menghasilkan kecantikan alam yang berbeda dari G-land maupun Plengkung. Kelebihan lain, peselancar akan lebih aman karena perairan di Pulau Merah minim terumbu karang.

Pantai Pulau Merah ini memiliki kelebihan dibandingkan G-land yaitu tidak memiliki banyak batu karang seperti di Plengkung sehingga pantai Pulau Merah lebih aman bagi peselancar termasuk pemula. Pantai ini memiliki ciri khas lain yaitu adanya sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai yang mirip seperti pantai di Brazil.

DI sekitar arah masuk pantai ini ada banyak penjual makanan yang dijajakan warga sekitar. Itu karena memang Pantai Pulau merah berada dekat dengan pemukiman warga namun demikian kebersihan di sekitarnya cukup terjaga dengan baik. Tentu saja piihan kuliner akan lebih banyak Anda temukan di Banyuwangi. Rujak Soto adalah kuliner khas Banyuwangi yang paling terkenal. Alternatif sajian khas daerah ini yang bisa Anda cicipi adlaah pecel rawon, pecel kare, dan rujak bakso. Temukan makanan bercita rasa khas Jawa Timur tersebut di tempat-tempat berikut.

Di Pantai Pulau Merah jelas yang utama adalah bermain selancar namun bagi orang lokal atau wisatawan domestik, pantai ini kerap menjadi tujuan rekreasi keluarga. Di beberapa tempat sudut bukitnya sering pula terlihat peminat olahraga paralayang beraksi. Apabila Anda berminat bermain selancar maka dapat menyewa papanya seharian penuh dengan ongkos Rp25.000,- hingga Rp50.000,-. Bermain air dan pasir bersama kawan atau keluarga akan cukup menggembirakan Anda. Anda dpaat pula bermain bola, voli, atau cukup berjalan-jalan menyusuri pantai.

Pantai Pulau Merah yang termasuk bagian dari rangkaian pantai di selatan Jawa Timur bisa ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor sekira 60 km dari Kota Banyuwangi. Untuk menuju Pantai Pulau Merah, Anda dapat memanfaatkan angkutan umum dari Banyuwangi menggunakan bisminto atau Ujang Jaya jurusan Pesanggaran. Berikutnya turun di Pasar Pesanggaran dan lanjutkan dengan ojek ke Pulau Merah. Dari arah Jember, Anda dapat turun di Terminal Jajag kemudian ganti naik bus ke Pesanggaran. Lebih memudahkan Anda dengan memanfaatkan jasa kendaraan sewaan dari Bandara Belimbingsari.

Related posts