MEMFASILITASI MASYARAKAT YANG BUTUHKAN LAYANAN Selama Ramadhan Pasar Cibadak Sukabumi Buka 24 Jam

Rabu, 10/08/2011

Sukabumi - Meningkatnya animo masyarakat akan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan, ternyata mendapat pandangan khusus dari pengelola Pasar Cibadak. Kepala UPTD Pasar Cibadak, Wawan menuturkan, pihaknya sedang merancang untuk membuat pasar 24 Jam guna kemudahan bagi masyarakat berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-hari

NERACA

“Konsep ini untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan layanan pasar setiap pasar. Kita melihat bahwa hampir setiap hari pasar terpenuhi oleh pengunjung. Agar terlayani secara mobile, maka perlu dibuat pasar 24 jam, baik secara khusus pada bulan ramdhan, maupun selamanya” terang Wawan kepada Neraca , Selasa (9/8).

Selain itu Wawan mewacanakan membentuk Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di areal pasar Cibadak dengan memanfaatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di daerahnya.

“Caranya dengan penataan area dan dagangan serta memisahkan area parkir. Pada umumnya menguntungkan pagi PKL, dengan harapan animo masyartakat akan terpuaskan dengan konsep wisata kuliner. Tentunya bagi kami menambah retribusi” ungkap dia.

Selama bulan ramdhan ini, tambah Wawan, tingkat kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi jajanan sangat tinggi. “ Kalau kita lokalisir maka memudahkan warga yang melintas untuk berbuka puasa. Apalagi pasar Cibadak perlintasan antara Bandung dan Jakarta,” papar dia.

Guna mewujudkan ini, lanjut dia perlu dorongan baik dari masyarakat maupun pelaku usaha yang ada dipasar. Karena bukan hanya tujuannya memuaskan pelanggan atau konusmen, tetapi menjaga estetika, kenyamanan dan kemanan lingkungan.

Disambut LSM

Rancangan yang dituangkan wawan, ternyata mendapat sambutan baik dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya LSM Jaringan Aliansi Masyarakat Bersatu (Jambe). Menurut Ketua LSM Jambe, Bambang Rudianto kepada NERACA menyatakan, perlu dibina kerjasama antara pemerintah, pedagangan dan produsen tertentu untuk membangung ekonomi rakyat yang tertata rapi.

Caranya, lanjut Bambang, mengarahkan penyeragaman tempat dagang yang tidak menyita lahan dan bersifat mobile. Juga membentuk wadah bagi pelaku usaha yang difasilitasi instansi terkait, guna mencapai kerjasa terhadap produsen tertentu. “ Contohnya memberikan fasilitas tempat dagang seragam kepada pelaku PKL. Seperti contohnya gerobak yang diberikan produsen rokok. Nah untuk pedagang martabak dijalin kerjasama dnegan produsen terigu untuk memberikan gerobak yang seragam. Hal yang sama bagi pedagang minuman dijalin kerjasama dengan produsen minuman” ungkap Bambang.

Agar tidak terjadi tumpang tindih, perlu dilakukan pendataan dan pengkajian jenis dagangan yang tersebar di area tujuan sasaran. Pun melakukan survey akan keinginan PKL sehingga tercapai penyeragaman program antara PKL, pemerintah dan produsen, “ Harus disregamkan juga antara keingin donator yakni produsen dengan pemerintah dan PKL. Nah dengan demikian maka akan tertata rapi pasar , sehingga bisa meningkatkan daya kunjungan yang tinggi” ungkap aktifis yang terjenal vocal ini.

Senada dengan wawan dan Bambang. Kepala Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, ternyata telah lama merancang Pasar Cibadak sebagai pasar yang memiliki banyak keunggulan. Bahkan dia mengklaim Pasar Cibadak harus menjadi pasar terdepan sebagai tujuan utama masyarakat berbelanja sekalghus pusat keramaian wisata baik bersifat kulinber maupun rekreasi, “ Konsep itu sauh lama kita rancang. Dengan adanya keinginan dari Kepala IUPTD dan masyarakat, khususnya dukungan LSM, maka mari kita bersama-sama menggapainya” ungkap Asjap.

Dia menyatakan, keinginan Kepala UPTD Pasar Cibadak itu jangan hanya wacana saja, namun harus segera disosialisasikan dan direncanakan secara matang. Hal ini sangat berdampak positif bagi masyarakat dan pemerintah, “ Dengan tersedianya area pujasera dan pentaan pedagang, bisa mengundang investor masuk ke pasar, dan tentunya akan menguntungkan bagi pemerintah maupun masyarakat karena mendongkrak ekonomi rakyat” papar dia.