Neraca Pembayaran Diyakini Masih Surplus - Prediksi Bank Indonesia

NERACA

Jakarta---Bank Indonesia meyakini Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2011 diperkirakan masih mengalami surplus. Namun demikain surplus tersebut kemungkian lebih rendah disbanding triwulan sebelumnya. Cadangan devisa pada akhir Juli 2011 tercatat sebesar US$122,7 miliar. "Hal tersebut masih dapat diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial seiring dengan masih derasnya aliran masuk modal asing," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di Jakarta, Selasa (9/8)

Dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung hari ini menilai, kinerja perekonomian domestik terus membaik. Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2011 yang cukup baik, sesuai perkiraan sebesar 6,5% perkirakan dan diprediksi akan terus terakselerasi.

Lebih lanjut BI optimistis perekonomian akan tumbuh sebesar 6,6% pada triwulan III-2011 dan untuk keseluruhan tahun 2011. Ekspansi ekonomi ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap solid, kinerja konsumsi rumah tangga juga tetap kuat, serta investasi yang tumbuh cukup tinggi seiring peningkatan permintaan dan realisasi belanja modal Pemerintah. "Secara sektoral, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan berasal dari sektor perdagangan, hotel & restoran, sektor transportasi & komunikasi, dan sektor industri," tambah Darmin.

Yang jelas dari catatan BI, kegiatan ekonomi domestik yang terakselerasi diperkirakan akan mendorong kenaikan impor, terutama migas, sehingga berpotensi untuk menekan transaksi berjalan. Namun, hal tersebut masih dapat diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial seiring dengan masih derasnya aliran masuk modal asing.

Sejalan dengan perkembangan NPI, cadangan devisa pada akhir Juli 2011 tercatat sebesar US$122,7 miliar atau setara dengan 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur telah memutuskan untuk mempertahankan BI rate di level 6,75% karena dinilai masih efektif menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Menyinggung soal tekanan inflasi kedepan, lanjut mantan Dirjen Pajak ini mengatakan akan dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi masyarakat karena banyaknya even seperti puasa, Lebaran, dan Natal. Namun inflasi masih akan tetap terkendali karena dilihat dari inflasi Juli 2011 yang masih sejalan dengan pola musimannya. Inflasi IHK pada bulan Juli 2011 tercatat sebesar 0,67% (mtm) atau 4,61%n (yoy).

Darmin juga optimis dengan kebijakan pemerintah dalam menajaga pangan, termasuk melalui impor masih bisa menutupi permintaan konsumsi pasar sehingga inflasi masih akan tetap terkendali.

"Namun kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan bahan pangan, termasuk melalui saluran impor, diperkirakan akan dapat membatasi gejolak harga yang lebih jauh sehingga inflasi dapat tetap terkendali," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Jumlah IPO Melebihi Target - Ironis Emiten Masih Kapitalisai Pasar Kecil

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, antrian perusahaan yang go public masih banyak. Berdasarkan data dari PT Bursa Efek…

Utang Negara Masih Aman

Menyimak ancaman krisis global belakangan ini, ada baiknya kita melihat kondisi sejumlah negara lain yang kondisinya tidak lebih baik dari…

Catatan Positif Penegakan HAM di Indonesia

  Oleh : Muhammad Ridean, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Pelanggaran HAM merupakan permasalahan serius di Indonesia, beberapa kasus bahkan harus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Gandeng BUMDes, Pertamina Bangun 77 Ribu SPBU Mini

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia…