Pasar Palabuhanratu Terbakar, Kerugian Rp 4 M

Senin, 08/08/2011

NERACA

Sukabumi - Nasib malang menimpa para pedagang di pasar tradisional Palabuhanratu Kab. Sukabumi. Lahan tempat mereka berjualan, 42 kios di blok I dan G dan 27 lapak PKL habis terbakar. Kerugian mencapai Rp 4 miliar lebih. Dan kini mereka terpaksa istirahat berrjualan menunggu perbaikan pasar itu.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kebakaran yang sempat menghebohkan warga itu, terjadi pada Jumat (4/8) dini hari akibat korsleting listrik. Api baru bisa dipadamkan 3 jam kemudian setelah petugas pemadam Kebakaran (Damkar) mengerahkan hampir seluruh kekuatan armada yang ada di Palabuhanratu.

“Kami sulit menyelamatkan seluruh barang milik kami. Api sangat besar dan cepat menyambar setiap kios,”ungkap Sanusi salah seorang pedagang pasar kepada Neraca.

Pantauan Neraca,di lapangan, sebanyak 4 kios emas terbakar, 1 toko perak, dan sejumlah kios kelontong dan pedangan sembako. Akibat kebarakan itu, untuk sementara dipastikan aktifitas pasar akan terhentisejenak.

Kepala Bidang Pasar pada Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, Ela Nurlaela, ketika dihubungi melalui pesawat selluernya membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pihaknya telah mengajukan dua alternatif bagi korban kebakaran, yakni relokasi atau penampungan sementara, atau tetap bertahan di tempat semula.

“ Kita sudah ajak pelaku pasar berbicara. Kami berikan dua alternatif. Namun hasilnya karena mereka meminta bertahan berdagang di sana dengan alasan pasar sudah dikenal masyarakat” jelas Ela kepada Neraca Sabtu (6/7).

Ela juga menyebutkan, pihaknya langsung melakukan kordinasi dengan badan penanggulangan bencana dan guna melakukan verifikasi kerugian, serta meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menginventaris data kerusakan gedung, “ Berdasarkan data PU, gedung bekas terbakar itu masih layak dipergunakan oleh pedagang. Sehinggap pedagang tidak harus di relokasi. Dan pemda akan langsung membeirkan bantuan kepada para korban” terang dia.

Ela menjamin, kendati terjadi kebakaran, roda perputaran ekonomi di Palabuhanratu tidak akan tergangu, “ Kami langsung turun tangan baik untuk perbaikan sementara kios yang rusak maupun penataan perdagangan, sehingga wargabisa berbelanja kenbutuhan pokok. Hal ini kami lakukan mengingat saat ini bulan suci ramadhan,” tegas Ela.