Struktur Hilir Industri Aluminium Diperkuat

NERACA

Jakarta - Menteri Perindustrian Mohammad S Hidayat mengatakan untuk meningkatkan daya saing industri nasional, terutama di dalam program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan struktur industri aluminium nasional terutama industri Smelter Grade Alumina (SGA) dan Ingot Aluminium Primer yang menjadi kebutuhan industri di sektor hilir.

"Untuk mencapai sasaran pembangunan industri nasional jangka panjang, diperlukan upaya yang maksimal dan tidak sekedar “business as usual”. Oleh karena itu, Pemerintah bertekad untuk melakukan percepatan pertumbuhan industri melalui Akselerasi Industrialisasi 2012-2014,” ujar Hidayat lewat siaran pers yang diterima redaksi Neraca, Rabu (16/4).

Lebih lanjut Hidayat mengatakan percepatan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai katalis utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.Akselerasi Industrialisasi dilaksanakan melalui lima strategi utama, yaitu  Mendorong Partisipasi Dunia Usaha Dalam Pembangunan Infrastruktur Percepatan Proses Pengambilan Keputusan untuk Menyelesaikan Hambatan Birokrasi (Debottlenecking), Reorientasi Kebijakan Ekspor Bahan Mentah dan Sumber Energi, Mendorong Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing dan Meningkatkan Integrasi Pasar Domestik.

Untuk mendorong percepatan pertumbuhan industri sebagai implementasi Akselerasi Industrialisasi tersebut, Kementerian Perindustrian telah menjalankan empat program prioritas utama pada tahun 2013, yaitu Hilirisasi Industri Berbasis Agro, Migas dan Bahan Tambang Mineral Peningkatan Daya Saing Industri Berbasis SDM, Pasar Domestik dan Ekspor Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan  Pemerataan dan penyebaran industri.

Sasaran utama dari program tersebut adalah adanya peningkatan nilai tambah industri dalam negeri melalui hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, penguasaan pasar baik domestik maupun ekspor untuk produk-produk hasil industri dalam negeri, serta perluasan penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan.

Pada tahun 2013, periode tujuh bulan pertama, Januari-Juli, data BPS menunjukkan nilai ekspor non migas kita mencapai US$ 87.57 miliar dimana ekspor industri manufaktur mencapai US$ 66.28 miliar. Dibandingkan periode Januari-Juli tahun sebelumnya (2012), posisi ekspor non migas tersebut mengalami penurunan 2.66% yaitu dari US$ 89.95 miliar, demikian pula ekspor industri manufaktur turun 2.58%dari posisi US$ 68.03 miliar.

Menperin menegaskan, Indonesia merupakan salah satu pengekspor bijih mineral yang cukup besar. Pada tahun 2008 – 2013 ekspor bijih bauksit berturut-turut sebesar 8 juta ton, 16 juta ton, 27 juta ton, 40 juta ton, 30 juta ton dan 57 juta ton sementara alumina yang merupakan bahan baku aluminium diimpor oleh PT. Inalum sebesar 500 ribu ton setiap tahun.

Dengan konsumsi aluminium per kapita Indonesia sebesar 2,9 kg per kapita, maka demand produk aluminium pada tahun 2013 sebesar 845 ribu ton, yang membutuhkan alumina sebesar 1,6 juta ton dan bijih bauksit 4,3 juta ton. “Adanya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral Dan Batubara dan peraturan pelaksananya, maka tidak boleh lagi ada ekspor mineral mentah seperti bauksit melainkan harus diolah dulu menjadi alumina,” tegas Menperin.

Selain itu, salah satu amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang mewajibkan industri-industri baru harus berada di Kawasan Industri, maka PT. Bintan Alumina Indonesia diharapkan dapat terus mengembangkan kawasan industri guna menampung industri-industri turunan dari aluminium serta industri-industri penunjang lainnya.

Menperin juga berharap, dengan adanya investasi PT. Bintan Alumina Indonesia melalui pembangunan pabrik smelter aluminium di dalam Kawasan Industri tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya pertumbuhan ekonomi regional Propinsi Kepulauan Riau.

BERITA TERKAIT

Kunci Cermat Bermedia Sosial - Pahami dan Tingkatkan Kompetensi Platform Digital

Kecermatan dalam bermedia sosial sangat ditentukan oleh pemahaman dan kompetensi pengguna terkait platform digital. Kompetensi tersebut meliputi pemahaman terhadap perangkat…

IKM Tenun Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Dalam menjaga warisan budaya nusantara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong pengembangan sektor industri kerajinan dan wastra…

PLTP Kamojang Jadi Salah Satu Rujukan Perumusan INET-ZERO

NERACA Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyusun Dokumen…

BERITA LAINNYA DI Industri

Kunci Cermat Bermedia Sosial - Pahami dan Tingkatkan Kompetensi Platform Digital

Kecermatan dalam bermedia sosial sangat ditentukan oleh pemahaman dan kompetensi pengguna terkait platform digital. Kompetensi tersebut meliputi pemahaman terhadap perangkat…

IKM Tenun Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Dalam menjaga warisan budaya nusantara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong pengembangan sektor industri kerajinan dan wastra…

PLTP Kamojang Jadi Salah Satu Rujukan Perumusan INET-ZERO

NERACA Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyusun Dokumen…