Pemerintah Genjot PDB US$ 4,3 triliun

Melalui MP3EI

Jumat, 05/08/2011

NERACA

Jakarta – Melalui Perpres No 32 tahun 2011, pemerintah telah menetapkan strategi pembangunan yang disebut Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indoneia 2011-2025 atau lazim dikenal sebagai Master Plan Perencanaan Pembangunan Ekonomoi Indonesia (MP3EI).

Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, melalui MP3EI pola pembangunan diubah dari efficient driven economy, menjadi inovation driven economy pada beberapa tahun mendatang. “Dengan inovation driven economy, kita targetkan pencapaian PDB di kisaran US$ 4,3 triliun dan menduduki peringkat sebagai kekuatan ekonomi ke-9 terbesar di dunia,” ungkap menko pada sambutan tertulisnya dalam acara Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Lecture Road Map to Nobel Prize di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (4/8).

Hatta menegaskan, kegiatan ekonomi yang dituangkan dalam MP3EI terdiri dari pembangunan enam koridor ekonomi. Pada setiap koridor ekonomi, pemerintah mengeepankan pembangunan berbasiskan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut dia, kegiatan investasi kita upayakan agar dapat berjalan seiring dengan alih teknologi. “Demikian pula, kegiatan licencing dari perusahaan asing kepada mitra lokal, kita selaraskan dan kita arahkan agar dapat mendukung penelitian dan mendorong kemitraan antara industri dengan perguruan tinggi,” lanjut Hatta.

Menko Perekonomian yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional ini mengajak para peneliti dan perekayasa agar dapat terlibat aktif pada kegiatan pembangunan yang tertuang pada MP3EI. Dokumen Mp3EI bukan hanya milik para investor dan kontraktor, namun juga milik para peneliti dan perekayasa. “Upayakan mengambil inisiatif pada penelitian dan perekayasaan, guna dikontribusikan pada pencapaian target pembangunan yang tertuang dalam MP3EI,” ungkap Hatta.

Hatta mengemukakan sistem inovasi nasional juga diarahkan untuk menjadikan pendidikan tinggi dapat berfungsi sebagai instrumen untuk mendukung peningkatan daya saing dan produktivitas nasional, sekaligus sebagai sarana perluasan kolaborasi konstruktif dengan negara maju.

Dikatakan Ketua umum PAN ini, pengembangan keenam koridor ekonomi juga diarahkan untuk mendukung percepatan revitalisasi industri nasional, utamanya yang berorientasi strategis pada bidang pertahanan, pangan, dan energi. “Melalui MP3EI, kita upayakan agar industri strategis nasional dapat berkembang dan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang produktiff dan semakin berdaya saing,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menristek Suharna Suprapranata, riset para ilmuan musti diarahkan pada perbaikan sosial masyarakat dan ekonomi. “Riset harus mengarah pada sebuah pemanfaatan yang pengaruh pada ekonomi tertentu. Meski perlu proses puluhan tahun, riset harus mengarah untuk bisa dijadikan produk komersial,” ujar Suharna.

Menurut Suharna, para periset tidak boleh melupakan tujuan untuk kesejahteraan rakyat. Meski orang yang punya jiwa scientific, hidupnya adalah laboratorium, dan laboratorium baginya adalah ajang berpikir, tapi aspek kepedulian peneliti terhadap pengembangan dan kesejahteraan masyarakat adalah hal yang mutlak. “Jangan lupakan tujuan kesejahteraan rakyat. Meski laboratorium adalah tempat hidupnya,”pungkasnya. **munib