Sail Raja Ampat Bakal Digelar Juni 2014

Kelautan

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta – Setelah sukses menyelenggarakan Sail Komodo 2013, kini pemerintah kembali menyelenggarakan kegiatan Sail Raja Ampat 2014. Puncak acaranya akan dilaksanakan tanggal 21 Juni 2014 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat, Papua Barat.

"Keindahan alam Raja Ampat yang masih eksotis serta panorama bawah laut yang menjadi salah satu ikon wisata menyelam dunia, diperkirakan akan menjadi daya tarik. Begitu juga dengan keanekaragaman hayati lautnya memikat sedikitnya 3.000 orang dari berbagai negara untuk hadir dalam kegiatan Sail Raja Ampat 2014," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, ketika Launching Sail Raja Ampat dan Festival Danau Sentani 2014 di Jakarta, Kamis (27/3).

Menurut Sharif, yang juga Ketua Panitia Pelaksana Tingkat Pusat, Sail Raja Ampat 2014 merupakan event kelautan internasional tahunan yang memformulasikan kegiatan pelayaran di wilayah laut dan aktifitas lainnya yang berbasis kelautan dengan leading sector pariwisata bahari. Dimana, sejumlah Kementerian/Lembaga terlibat dan menyinergikan program sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan pariwisata bahari utamanya di wilayah Papua Barat. Melalui pembangunan pariwisata bahari diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Papua Barat dan wilayah sekitarnya.

“Sail Raja Ampat 2014 merupakan event internasional yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia. Keindahan alam dan panorama laut di Kepulauan Raja Ampat yang memiliki sekitar 1.700 pulau, akan menjadi daya tarik bagi wisatawan dunia,” katanya.

Penyelenggaraan event internasional Sail Raja Ampat 2014 dilakukan pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Kegiatan Sail juga menjadi model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Sail Raja Ampat juga sangat efektif untuk mempromosikan wilayah Papua dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. “Kegiatan Sail Raja Ampat 2014 merupakan salah satu upaya mempromosikan potensi wisata Raja Ampat sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan. Untuk itu tema Sail Raja Ampat ”Membangun Bahari, Menuju Raja Ampat ke Pentas Wisata Dunia,” jelasnya.

Sharif menjelaskan, pembangunan Papua memang menjadi prioritas pemerintah pusat. Diantaranya, melalui Unit Percepatan Pembangunan Pronvinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B) telah melakukan pertemuan bilateral dengan KKP beberapa waktu yang lalu. Hasilnya, DIPA 2014 KKP mengalami peningkatan anggaran merupakan usaha dan dukungan dari UP4B. Forum Bilateral ini sangat penting dalam rangka untuk mendukung program percepatan pembangunan Kelautan dan Perikanan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Pengembangan kawasan minapolitan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat masih terbuka lebar dan KKP sangat mendukung untuk mensukseskan program ini. Terkait dengan itu, maka UP4B melalui koordinasi dan konsultasi dengan KKP bersama Pemda Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat telah menyusun dokumen perencanaan Masterplan Percepatan Pembangunan Kawasan Minapolitan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dimana dokumen ini diharapkan menjadi acuan bersama dalam percepatan pengembangan potensi kawasan perikanan dan kelautan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Event bahari ini, lanjut Sharif, adalah salah satu implementasi dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang merupakan program pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi nasional. KKP dan pemerintah daerah telah sepakat untuk membentuk rencana pengembangan kawasan minapolitan provinsi papua terdiri 3 (tiga) klaster. Pertama, Klaster Cenderawasih Mariculture and Fisheries Industrial Estate. Kedua, Klaster Merapat Fisheries Industrial Estate dan ketiga, Klaster Jayapura Mariculture and Fisheries Industrial Estate. Sedangkan rencana pengembangan kawasan minapolitan Provinsi Papua Barat terdiri 4 (empat) klaster yaitu Klaster Regional RAME (Raja Ampat Mariculture Estate), Klaster Regional SORAYA Fiheries Industrial Estate (Sorong Raya Fiheries Industrial Estate), Klaster Regional MAWONDA Mariculture and Fiheries Industrial Estate, serta Klaster Regional KAIFAK Mariculture and Fiheries Industrial Estate. "Implementasi Masterplan kawasan minapolitan ini akan melibatkan stakeholder lain," ujarnya.

Beberapa kegiatan dan bhakti sosial akan dilaksanakan di acara Sail Raja Ampat 2014. Diantaranya, Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 di salah satu pulau terluar; Bhakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan; Pelayaran Lingkar Nusantara IV; Bhakti Kesejahteraan Rakyat Nusantara; Badan Usaha Milik Negara Peduli Raja Ampat; Gerakan Membangun Kampung; Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara; Ekspedisi Riset Kelautan; Reli Kapal Layar (Yacht Rally); Seminar Nasional dan Internasional; Pengembangan Potensi Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Budaya; Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara; Olahraga Bahari; Promosi Potensi Daerah; Festival Danau Sentani 2014; serta Percepatan Pembangunan Sarana dan Prasarana. "Beberapa agenda utama lainnya dalam Sail Raja Ampat antara lain Lomba Desain Batik Papua, Festival Danau Sentani, Pelepasan Gugus Laut, Update from the Region, Yacht Rally, Pameran di Raja Ampat serta Diplomatic Tour," paparnya.

Sharif menambahkan, penyelenggaraan Sail Raja Ampat 2014 merupakan yang ke-6 kalinya sejak tahun 2009. Event internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi - Belitong 2011, Sail Morotai 2012 serta Sail Komodo 2013. Seperti halnya kegiatan Sail sebelumnya, Sail Raja Ampat merupakan event internasional tahunan yang diikuti peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, negara lain yang akan terlibat adalah Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, AS, dan beberapa negara lain.