SKPD Pemkot Sukabumi Tandatangan Pakta Integritas - Cegah Praktek KKN

Sukabumi - Walikota Sukabumi dan Wakil Walikota Sukabumi beserta seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) melakukan penandatanganan Pakta Integritas sebagai komitmen penegakan kejujuran. Penandatanganan disaksikan Asisten Deputi Sistem Evaluasi Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RI), Gatot Sugiharto, Walikota Sukabumi H M Muraz, Wakil Walikota Sukabumi H Achmad Fahmi di Balaikota Sukabumi, Kamis sore (27/3).

Gatot mengatakan, penandatanganan Pakta Integritas merupakan pelaksanaan dari peraturan perundang-undangan, sehingga memiliki dasar hukum yang kuat. Tujuannya, agar birokrasi terbebas dari unsur-unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). “Penandatanganan Pakta Integritas wajib bagi kepala daerah dan pimpinan SKPD,” ujarnya.

Gatot menghargai sikap Pemkot Sukabumi yang telah menandatangani Pakta Integritas. Hal itu katanya merupakan langkah awal menuju kinerja yang lebih baik. Selai itu, langkah tersebut juga merupakan komitmen walikota dan jajarannya untuk melaksanakan hal yang bersifat positif serta menghindari terjadinya tindak pidana korupsi.

Apalagi, ujarnya, dilingkungan pemerintah daerah sering terjadi pergantian pejabat, sehingga penandatanganan mutlak dilakukan. “Sebelum diangkat untuk menduduki jabatan, atau pindah jabatan, maka penandatangan Pakta Integritas harus secara rutin dilakukan,” ujarnya.

Selanjunya, ungkap Gatot, penandatangana tersebut ditindaklanjuti dengan pencanangan Zona Integritas. Zona Integritas merupakan tahapan mewujudkan wilayah bebas korupsi serta bersih melayani. Dalam hal ini, pimpinan daerah atau SKPD memilih dan menunjuk unit kerja yang akan dijadikan percontohan. “Unit yang ditunjuk tentu yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Jika kelak unit ini sudah bebas dari KKN maka ditularkan ke unit lain,” katanya.

Sedangkan lembaga yang mengawasai pelaksanaan Pakta Integritas, kata dia merupakan wewenang Inspektorat. Selain itu, dia berharap segera dibentuk Forum Pemantau Pakta Integritas (FPPI) yang didalamnya diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) , Perguruan Tinggi. Forum tersebut memiliki kode etik yang harus dipatuhi oleh setiap individu. “Kalau ini terwujud maka ini akan luar biasa dalam mengawal birokrat agar tidak terjebak dalam KKN,” katanya.

Sementara Muraz berharap, jajarannya tidak terjerat masalah hukum yang berkaitan dengan KKN. Untuk itu, dalam pelaksanaan Pakta Integritas harus dimulai dari individu. Dia juga meminta jajarannya untuk membuat penetapan kinerja yang pasti. Muraz menegaskan tidak menerima penetapan kinerja yang kualitatif, tapi harus terukur. “APBD diserahkan ke dewan kapan, dan kapan ditetapkan oleh dewan, harus ditentukan waktunya,” ujarnya.

Dijelaskan, penadatangan tersebut merupakan langkah awal dalam pelaksanaan reformasi birokrasi supaya tidak ada KKN di lingkungan Pemkot Sukabumi. Setelah itu, akan memilih instansi yang paling banyak mengelola keuangan sebagi Zona Integritas percontohan. Zona Integritas baru dimulai tahun ini.

BERITA TERKAIT

KPK-KY Tingkatkan Kerja Sama Cegah Korupsi Hakim

KPK-KY Tingkatkan Kerja Sama Cegah Korupsi Hakim NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Yudisial (KY) meningkatkan kerja…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

Puluhan Koperasi di Sukabumi Terancam Dibubarkan

Puluhan Koperasi di Sukabumi Terancam Dibubarkan NERACA Sukabumi - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengancam…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Walikota Depok: STNK Nunggak Dua Tahun, Data Dihapus dan Dilarang Operasional

Walikota Depok: STNK Nunggak Dua Tahun, Data Dihapus dan Dilarang Operasional NERACA Depok - Walikota Depok Dr. KH M. Ideis…

KABUPATEN SUKABUMI - Harga Telur dan Ayam Potong Semakin Melambung

KABUPATEN SUKABUMI  Harga Telur dan Ayam Potong Semakin Melambung NERACA Sukabumi - Harga telur dan ayam potong di wilayah Kabupaten…

DPRD Sukabumi Dukung Usulan Mengenai PKS Pembayaran Pajak Via Minimarket - Iwan Adhar : “Selama untuk Kepentingan Masyarakat Saya Dukung”

DPRD Sukabumi Dukung Usulan Mengenai PKS Pembayaran Pajak Via Minimarket Iwan Adhar : “Selama untuk Kepentingan Masyarakat Saya Dukung” NERACA…