Aksi Jual Berlanjut, IHSG Makin Terkoreksi Dalam

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun banyak emiten berencana membagikan dividen kepada pemegang saham, namun kondisi ini tidak memberikan sentiment positif terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang penutupan pasar. Alasannya, terus berfluktuasinya memicu aksi jual investor domestik sehingga memaksa indeks jatuh ke zona merah.

Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi 5,183 poin (0,11%) ke level 4.723,057. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 1,817 poin (0,23%) ke level 791,276,”Pergerakan IHSG BEI berbalik arah ke area negatif menjelang penutupan perdagangan saham setelah sempat mengalami penguatan diawal perdangan hingga sesi pertama," kata analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Kamis (27/3).

Secara teknikal, menurut dia, meski indeks BEI ditutup melemah, masih terbentuk potensi penguatan ditunjang oleh dana asing investor asing yang masih masuk ke pasar saham domestik. Tercatat dalam data perdagangan saham BEI, investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) saham sebesar Rp11,764 miliar.

Dia menuturkan, masih masuknya dana asing ke pasar saham menunjukkan bahwa proses kenaikan IHSG berjalan lebih 'smooth', saat ini IHSG berada dalam posisi konsolidasi dengan potensi melanjutkan penguatan. Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, momentum untuk persiapan menembus level batas atas menuju kisaran 4.790--4.900 poin sedang dikumpulkan dalam formasi konsolidasi IHSG BEI,”Investor sedang menanti eforia ke-2 dari faktor politik,”ungkapnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak terkoreksi lantaram masih berlanjutnya aksi jual investor. Transaksi investor asing hingga sore kemarin, tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 53,19 miliar di seluruh pasar.

Aksi jual terjadi menjelang penutupan perdagangan. Indeks yang masih adem ayem di titik tertingginya di 4.758,011 langsung meluncur ke teritori negatif. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 237.257 kali pada volume 7,683 miliar lembar saham senilai Rp 6,06 triliun. Sebanyak 140 saham naik, 143 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed. Gejolak yang terjadi antara Rusia dan Ukraina di Crimea masih membayang-bayangi investor. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.625 ke Rp 49.150, Metropolitan Kenjtana (MKPI) naik Rp 400 ke Rp 14.200, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 350 ke Rp 2.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 24.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.800, Saratoga (SRTG) turun Rp 290 ke Rp 4.410, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 30.000, dan Panin Sekuritas (PANS) turun Rp 230 ke Rp 4.205.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 16,036 poin (0,34%) ke level 4.744,276. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,676 poin (0,46%) ke level 796,769. Indeks sempat turun ke level terendahnya di 4.717,730 sebelum akhirnya bisa menanjak ke zona hijau. Aksi beli di saham-saham unggulan yang membawa indeks keluar dari zona merah.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 126.524 kali pada volume 3,188 miliar lembar saham senilai Rp 2,553 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 109 saham turun, dan 76 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional tidak banyak berubah sejak diawal, masih bergerak mixed. Investor regional masih memperhatikan perkembangna di Crimea.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.725 ke Rp 49.225, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 24.275, United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 20.425, dan Matahari (LPPF) naik Rp 200 ke Rp 13.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 9.000 ke Rp 1,07 juta, Saratoga (SRTG) turun Rp 300 ke Rp 4.400, Indocement (INTP) turun Rp 225 ke Rp 23.975, dan Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 30.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka 6,72 poin atau 0,14% menjadi 4.721,52. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,74 poin (0,22%) ke level 791,35. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat yang terbilang positif, tidak berhasil mengangkat bursa AS Rabu malam menyusul kecemasan investor terhadap krisis di Ukraina setelah pernyataan Presiden AS Barack Obama meminta pengetatan sanksi terhadap Rusia.

Dia mengemukakan bahwa salah satu hal yang menjadi fokus pelaku pasar keuangan yakni mengenai masalah bisnis yang terkait dengan konflik Rusia-Ukraina karena faktor itu secara tidak langsung akan berpengaruh bagi pergerakan bursa saham.

Sementara analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro menambahkan, beberapa saham yang Rabu menguat khususnya sektor konsumer dan perbankan diperkirakan mengalami aksi ambil untung,”Level batas bawah indeks BEI untuk hari ini berada di level 4.700 poin," kata dia.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 12,48 poin (0,06%) ke level 21.900,23, indeks Nikkei turun 181,81 poin (1,26%) ke level 14.295,35 dan Straits Times menguat 9,65 poin (0,31%) ke posisi 3.152,97. (bani)