Porsi Asing Sempat Menyentuh 21,65%.

ORI Terus Diburu

Kamis, 04/08/2011

NERACA

Jakarta – Posisi investor asing dalam kepemilikan obligasi ritel Indonesia (ORI) terus mengalami kenaikan yang cukup significant. Bahkan porsi asing hingga awal Agustus 2011 mencapai 18%, dan mencapai posisi tertinggi di bulan Juli 2011, 21,65%. Padahal Agustus 2010 hanya 5,71%. “Mereka (asing) masuk ke semua. Bisa dilihat dari SUN reguler juga banyak masuk,” kata Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Bimantara Widyajala di Jakarta, Rabu (3/8)

Data Ditjen Pengeloaan Utang menunjukkan, ORI 1 hingga 7 mencatat peningkatan perdagangan di pasar skunder. Memang kepemilikan ORI masih didominasi investor ritel. “Berdasarkan data Agustus 2011 mencapai 42% dari total outstanding yang diperdagangkan di pasar skunder. Di susul kemudian kepemilkan melalui reksa dana,19%,” tambah Bimantara.

Namun dibandingkan (YoY) posisi Agustus 2010, kepemilikan ORI oleh investor ritel mencapai 47,44%. Artinya banyak investor ritel yang melepas ORI karena telah mendapat capital gain (keuntungan). "Sukuk juga banyak. Di satu sisi dengan meningkatnya asing akan naikkan perdagangan di pasar skunder. Jadi hidup kan. Capital gain juga oke," terangnya.

Menurut Bimantara, aktivitas perdagangan rata-rata harian ORI di pasar skunder saat ini mencapai Rp 300 miliar. Posisi tertinggi perdagangan harian ORI terjadi di bulan Juli sebesar Rp 427 miliar. "Itu Rp 300 miliar di rata-rata. Kalau posisi kemarin Rp 262 miliar. Kalau posisi Desember Rp 427 miliar," terangnya

Lebih jauh Bimantara mengungkapkan total surat utang ritel yang dikelola pemerintah hingga kini mencapai Rp 72,5 triliun. Angka ini terdiri dari ORI dan Sukuk. Nilai Rp 72,5 triliun tersebut telah meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir. "Namun rasio (ORI) terhadap total surat berharga negara masih sangat kecil, sekitar 7,48%," paparnya.

Seperti diketahui, hari ini (3/8) pemerintah melakukan perjanjian kerja sama dengan 25 agen penjual ORI 2011. Dimana penjualan ORI diharapkan akan semakin memperkuat sistem keuangan di pasar domestik. "Ini bermanfaat tidak hanya sistem keuangan negara, juga alternatif instrumen investasi kepada investor. Dan ada bonus kepada kita semua, masyarakat luas, yaitu lingkungan," imbuhnya

Ditempat yang sama, salah satu agen penjual ORI 008, Direktur Utama PT Ciptadana Securities, Ferry Budiman Tanja mengaku pihaknya optimis penjualan ORI seri 008 bisa melampaui penjualan dari sebelumnya. Rata-rata para agen penjual menginginkan tingkat kupon yang diberikan Kementerian Keuangan di atas 8%, agar mendorong lebih banyak investor ritel berpartisipasi. "Bunga yang ditawarkan sekitar 7,5-8%," ujarnya usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemenkeu dengan 25 agen penjual ORI 2011, di Jakarta, (3/8)

Malah, kata Ferry lagi, pada agen penjualan ORI yakin bisa melebihi target penjualan seri sebelumnya yang mencapai Rp500 miliar. "Kita akan targetkan Rp 750 miliar. Tahun lalu Ciptadana bisa Rp 500 miliar. Fokus kita di high network client, ya rata-rata beli bisa Rp 1-5 miliar. Paling kecil Rp 500 juta," tuturnya.

Memang pemerintah belum menetapkan kupon atau bunga atas ORI 008 tersebut. Rencananya Kemenkeu akan mengumumkan bunga pada 5 Oktober mendatang. PT Danareksa Sekuritas justru menyerahkan tingkat bunga kepada pemerintah. "Tergantung nanti pasar gimana. Kalau tahun lalu 7,5-8%. Tapi yang pasti diatas deposito," tegas Direktur Utama Danareksa, Marciano.

Saat ditanya berapa target penjuala ORI 008 tersebut, Marciano tak mau muluk-muluk dan minimal sama dengan tahun sebelumnya. "(Target) bisa sama seperti tahun lalu, Rp 750 miliar. Kalau pasar bagus bisa Rp 1-1,5 triliun," imbuh Marciano. **cahyo