Metrodata Targetkan Laba Konservatif Rp 115 Miliar

Dampak Ekonomi Tak Kondusif

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta- Di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan meningkatnya pajak atas barang impor dari 2,5% menjadi 7,5%, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mengaku memasang target yang lebih konservatif. Apalagi dengan biaya operasional yang cenderung meningkat seiring dengan tingginya inflasi dan naiknya upah minimum regional (UMR).

Sehingga target laba bersih perusahaan tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp 115 miliar, atau bertumbuh 1,1% dibanding tahun lalu, “Di tahun 2014, MTDL menetapkan target yang konservatif dan lebih realistis. Hal ini karena kondisi ekonomi yang kurang kondusif di tengah melemahnya rupiah terhadap US$.” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Randy Kartadinata di Jakarta, Kamis (27/3)

Selain itu, sambung dia, sebagian besar perusahaan cenderung menunggu hasil pemilu sehingga mereka menunda belanja investasi, termasuk produk TI. Secara relatif, perseroan pun menetapkan target penjualan tahun 2014 sebesar Rp 8,08 triliun, atau meningkat sebesar 10,3%. Sementara itu, sepanjang tahun 2013 lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup cemerlang. Penjualan yang dicapai perseroan pada tahun 2013 mencapai Rp 7,33 triliun, atau meningkat sebesar 41,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,17 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama dikontribusikan oleh bisnis distribusi, yang dihasilkan dari penjualan beberapa brand dan diversifikasi penjualan produk yang dilakukan perseroan. “Strategi pertumbuhan perusahaan untuk melakukan diversifikasi produk di antaranya melalui pendistribusian smartphones dan tablet PC serta fitur phones.” ucapnya.

Khusus bagi fitur phones, menurut dia, pendistribusian baru dilakukan terbatas pada kota-kota tertentu di wilayah Jawa. Selain itu, bisnis distribusi perseroan juga mulai menyalurkan Profesional Display Solution dan Data Protection. Perseroan juga melakukan ekstensifikasi penjualan produk berupa asesoris TI seperti head phone, power bank, speaker, mouse, dan sebagainya.

Sedangkan dari unit Bisnis Solusi, untuk memperluas peluang bisnisnya perseroan menawarkan innovation solution baru yaitu Business Discovery, Mobile Enterprise Application Solution, Tools for Mining & Exploration, serta Infrastructure & Services Cloud dan CRM on the cloud. Selain diversifikasi penjualan produk, perseroan juga melakukan peningkatan penjualan melalui ekstensifikasi wilayah pemasaran ke kota-kota tingkat menengah seperti kabupaten ataupun kotamadya.

Saat ini, pihaknya mengaku telah memiliki 19 titik infrastruktur penjualan yang menjangkau 123 kota-kota di Indonesia. Adapun faktor lain yang menunjang pertumbuhan signifikan adalah karena adanya penghentian hak pendistribusian produk tertentu terhadap beberapa distributor TI di Indonesia dan ditunjuknya perseroan sebagai distributor dari beberapa produk yang telah dihentikan hak pendistribusiannya sebagaimana dimaksud. “Penunjukan hak pendistribusian merupakan hal yang mendorong pertumbuhan di tahun 2013 kemungkinan tidak berulang lagi di tahun 2014.” ungkapnya.

Tercatat, perseroan juga terus melanjutkan pengendalian terhadap biaya-biaya operasional perusahaan, sehingga pertumbuhan biaya operasional di tahun 2013 sebesar 16,07%, jauh lebih rendah dari peningkatan penjualan sebesar 41,61%. Alhasil, laba bersih perseroan untuk tahun 2013 mencapai Rp 113,75 miliar, atau bertumbuh sebesar 42,77% dibandingkan dengan tahun lalu yaitu sebesar Rp 79,67 miliar. (lia)