Sari Roti Bukukan Penjualan Rp 1,5 Triliun

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta - Produsen roti bermerek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan tipis untuk laba menjadi Rp158,01 miliar per 31 Desember 2014 dari Rp149,1 miliar. Selain itu, perseroan juga mencatatkan total penjualan mencapai Rp1,5 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp1,1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Untuk beban pokok penjualan mengalami kenaikan menjadi Rp806,9 miliar dari Rp634,4 miliar. Sedangkan laba bruto mencapai Rp698,6 miliar dari Rp558,4 miliar. Kenaikan juga terjadi pada beban usaha menjadi Rp488,8 miliar dari Rp370,2 miliar. Namun demikian laba usaha naik menjadi Rp232,3 miliar dari Rp199,4 miliar.

Disebutkan, kenaikan masih terjadi pada laba sebelum pajak menjadi Rp210,8 miliar dari Rp199,7 miliar. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp158,01 miliar setelah menangung beban pajak penghasilan mencapai Rp52,7 miliar. Sedangkan laba bersih periode yang sama 2012 sebesar Rp149,1 miliar dengan beban pajak sebesar Rp50,6 miliar.

Perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp1,03 triliun dari Rp538,3 miliar. Untuk total aset perseroan sebesar Rp1,8 triliun dari Rp1,2 triliun per 31 Desember 2012. Tahun ini, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) mengangarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp130 miliar.

Angka tersebut menurun dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp170 miliar. Pengurangan dana capex tersebut karena perseroan memutuskan mengurangi ekspansi, seperti pembangunan pabrik. Dijelaskan, tidak gencarnya ekspansi emiten pemilik merek Sari Roti ini, karena perseroan memfokuskan untuk menambah production line pada beberapa pabrik dari pada menambah pabrik baru. Perseroan, akan kembali melanjutkan ekspansi pada tahun tahun 2015.

Nihilnya pembangunan pabrik baru pada tahun ini akan membantu mengurangi tingginya pertumbuhan beban operasional ROTI. Hal ini terutama salaries and employee benefits expense. Selain itu, perseroan juga akan berencana mengurungkan niatnya untuk penerbitan surat utang senilai Rp500 miliar. Rencana itu pada awalnya akan dilakukan pada pertengahan 2014. Hal ini juga penyebab, perseroan tidak melakukan pembangunan pabrik baru sepanjang 2014. (bani)