Sari Roti Bukukan Penjualan Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta - Produsen roti bermerek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan tipis untuk laba menjadi Rp158,01 miliar per 31 Desember 2014 dari Rp149,1 miliar. Selain itu, perseroan juga mencatatkan total penjualan mencapai Rp1,5 triliun dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp1,1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Untuk beban pokok penjualan mengalami kenaikan menjadi Rp806,9 miliar dari Rp634,4 miliar. Sedangkan laba bruto mencapai Rp698,6 miliar dari Rp558,4 miliar. Kenaikan juga terjadi pada beban usaha menjadi Rp488,8 miliar dari Rp370,2 miliar. Namun demikian laba usaha naik menjadi Rp232,3 miliar dari Rp199,4 miliar.

Disebutkan, kenaikan masih terjadi pada laba sebelum pajak menjadi Rp210,8 miliar dari Rp199,7 miliar. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp158,01 miliar setelah menangung beban pajak penghasilan mencapai Rp52,7 miliar. Sedangkan laba bersih periode yang sama 2012 sebesar Rp149,1 miliar dengan beban pajak sebesar Rp50,6 miliar.

Perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp1,03 triliun dari Rp538,3 miliar. Untuk total aset perseroan sebesar Rp1,8 triliun dari Rp1,2 triliun per 31 Desember 2012. Tahun ini, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) mengangarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp130 miliar.

Angka tersebut menurun dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp170 miliar. Pengurangan dana capex tersebut karena perseroan memutuskan mengurangi ekspansi, seperti pembangunan pabrik. Dijelaskan, tidak gencarnya ekspansi emiten pemilik merek Sari Roti ini, karena perseroan memfokuskan untuk menambah production line pada beberapa pabrik dari pada menambah pabrik baru. Perseroan, akan kembali melanjutkan ekspansi pada tahun tahun 2015.

Nihilnya pembangunan pabrik baru pada tahun ini akan membantu mengurangi tingginya pertumbuhan beban operasional ROTI. Hal ini terutama salaries and employee benefits expense. Selain itu, perseroan juga akan berencana mengurungkan niatnya untuk penerbitan surat utang senilai Rp500 miliar. Rencana itu pada awalnya akan dilakukan pada pertengahan 2014. Hal ini juga penyebab, perseroan tidak melakukan pembangunan pabrik baru sepanjang 2014. (bani)

BERITA TERKAIT

Link Net Buyback Saham Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham…

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun

Pemkot Bekasi Himpun Investasi 2017 Rp7,8 Triliun NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi,…

Eximbank Targetkan Pembiayaan Rp105,1 triliun

    NERACA   Batam – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menargetkan penyaluran pembiayaan ekspor mencapai Rp…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…