Penjualan Mobil Bekas Bakal Lebih Bergairah

LCGC Akan Dilarang Pakai BBM Subsidi

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta - Meski sempat anjlok akibat banjir, demam mobil Low Cost and Green Car (LCGC) dan kenaikan suku bunga kredit, pangsa pasar mobil bekas di dalam negeri diprediksi bakal kembali bergairah. Hal tersebut terlihat dari geliat transaksi di pusat penjualan mobil bekas terbesar di Indonesia, Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta Utara.

Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih memprediksikan ada sejumlah faktor yang bakal menjadi momentum kenaikan permintaan mobil bekas di Indonesia. Pertama, adanya wacana pemerintah yang akan mengevaluasi keberadaan program LCGC yang mayoritas masih konsumsi premium (terus membebani subsidi BBM).

"Artinya ini bisa jadi peluang bagi pasar mobil bekas. Jika terbit aturan terkait larangan penjualan BBM bersubsidi untuk mobil LCGC, otomatis konsumen akan kembali beralih ke mobil bekas yang kualitasnya, jauh lebih bagus di atas LCGC," kata Herjanto di Jakarta, Kamis (27/3).

Dia mengakui, dampak sesaat yang timbul dari mobil LCGC memang ada, namun seberapa besar dampak tersebut terhadap penjualan mobil bekas belum dapat diukur secara pasti. "Kita belum tahu secara pasti faktor apa yang paling kuat, sehingga menyebabkan penjualan pada Februari sempat anjlok. Bisa jadi karena faktor banjir, dampak LCGC, atau juga kenaikan suku bunga kredit pembiayaan," tukasnya.

Herjanto mengungkapkan, angka penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua sendiri sepanjang Februari lalu, sempat merosot ke angka 1.800 unit, jauh di bawah penjualan rata-rata per bulan sebesar 2.400 unit.

Namun memasuki Maret, angka penjualan kembali normal bahkan cenderung meningkat. "Sampai tanggal 27 Maret penjualan sudah mencapai 2.300 unit, kalau melihat trennya saya optimistis sampai akhir bulan bisa tembus angka 2.600 unit," Herjanto yakin.

Sebelumnya Herjanto mengatakan para pedagang mobil yang tergabung dalam bursa mobkas WTC Mangga Dua, mengaku sudah terbebas dari ”masa kritis” yang sedikit membuat shock. Masa-masa itu terjadi sebelum dan saat IIMS 2013 diselenggarakan, di mana banyak orang menunggu dan melihat apa saja mobil baru yang sesuai dengan anggaran konsumen.

Menurut Herjanto salah satu faktornya bisa jadi karena orang ingin melihat langsung LCGC sebagai pembanding. Saat itu, penjualan yang dalam sebulan bisa di atas 2.500 unit, melorot di kisaran 2.300-an unit. ”Meski kami akui agak sepi, sebenarnya masih tergolong normal (angka 2.300 unit). Orang tak semua lari ke mobil baru,” urainya.

Jika ”masa kritis” sudah lewat, demikian juga ”masa gila” menjelang Lebaran. Penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua naik drastis menjadi 2.800-an unit pada Juni, lalu perlahan turun 2.700-an unit di Juli, dan Agustus 2.500-an unit. Hingga Akhir Oktober, sudah hampir 2.400 unit mobil terjual.

Harapan dan predikisi Herjanto, November-Desember akan naik lagi, seiring meningkatnya permintaan karena menjelang libur akhir tahun sekaligus Natal. Plus, banyak karyawan yang mendapat bonus akhir tahun. ”Target penjualan 30.000 unit di 2013 sudah lewat, kami sekarang di posisi 31.000-an unit,” bebernya.

WTC Mangga Dua menggandeng BCA Finance dengan program ”Kredit Langsung Lunas” berlaku sejak Juni 2013 hingga akhir Februari 2014. Sesuai judulnya, program ini menyiapkan tiga hadiah utama berupa pelunasan sisa hutang kredit sebesar Rp 50 juta, 75 juta, dan 100 juta.

Pengundian menggunakan sistem poin. Kredit menggunakan BCA Finance dan asuransi CSI mendapat 1 poin, sementara jika konsumen menggunakan paket fix & cap akan mendapat 5 poin. Menariknya, ketika BI Rate naik akhir-akhir ini, BCA Finance masih tetap menggunakan angka bunga 7 persen, khusus untuk pembelian mobil bekas di WTC Mangga Dua.