WIKA Siapkan WIKA Realty Go Public

Targetkan Listing di 2015

Jumat, 28/03/2014

NERACA

Jakarta – Menyusul rencana PT WIKA Beton yang bakal listing di pasar modal tahun ini, rupanya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai induk usaha juga tengah mempersiapkan anak usahanya PT WIKA Realty untuk go public melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Direktur Keuangan WIKA Ganda Kusuma mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan rencana WIKA Realty untuk IPO pada tahun 2015 mendatang,”IPO Wika Realty masih kami pelajari, kapan timing-nya yang tepat. Tapi mungkin akan kami lakukan di tahun depan,”ujarnya di Jakarta, Kamis (27/3).

Terkait rencana itu, dia mengatakan, perseroan tengah melakukan kajian dengan melihat keadaan pasar. Menurut dia, saham-saham yang saat ini yang sedang booming adalah infrastruktur dibandingkan saham properti. Namun, persreoan mengharapkan bahwa saham properti pada tahun depan bisa lebih baik.

Kata Ganda, hingga saat ini perseroan masih dalam tahap persiapan dengan terus memperkuat landbank yang dimiliki oleh Wika Realty, baik melalui kerja sama dengan BUMN atau swasta. Kemudian untuk melancarkan aksi tersebut, perseroan menganggarkan dana belanja modal sebesar Ganda Rp75 miliar untuk Wika Realty.

Sementara hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya Tbk menyetujui penggunaan sebagian perolehan laba bersih untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham sebesar Rp170,9 miliar atau sekitar 30% dari perolehan laba bersih 2013 sebesar Rp569,9 miliar.

Kata Corporate Secretary WIKA, Natal Argawan, dari perolehan laba bersih 2013 akan digunakan untuk dividen Rp170,9 miliar, Rp56 miliar sebagai cadangan wajib dan Rp341,96 miliar akan digunakan sebagai laba ditahan.

Sementara Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo mengatakan, dari jumlah tersebut akan dibagikan dividen kepada pemegang saham pengendali, dalam hal ini pemerintah sesuai porsi saham yang sebesar 65,15%.

Kemudian untuk dividen yang akan dibagikan dengan besaran Rp27,894 per lembar saham tersebut, dijadwalkan pembayaran tunainya akan jatuh pada 30 hari mendatang,”Dividen per saham, Rp27,894 per lembar saham. Kepemilikan saham kita oleh pemerintah itu ada 65,15%. Jadi dari yang dibagi Rp170,9 miliar itu, jatah pemerintah 65,15 persen. Pembayaran dividen 30 hari kerja setelah tanggal RUPS,”ujarnya.

Maka dengan demikian, dapat dasumsikan maka jumlah dividen yang akan diterima pemerintah sebesar Rp111,34 miliar. Asal tahu saja, tercatat hingga 19 Maret 2014, WIKA berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp4,8 triliun. Disebutkan, perolehan tersebut telah mencapai 18,58% dari target kontrak baru perseroan hingga akhir tahun ini sebesar Rp25,83 triliun.

Tahun ini, perseroan masih akan fokus pada unit usaha konstruksi dan infrastruktur pembangkit (engineering, procurement and construction/EPC). Dia menyatakan, perseroan adalah perusahaan kontruksi pembangkit terbesar di wilayah Asia Tenggara.

Sejumlah proyek besar yang berhasil digarap emiten kontruksi dan investasi tersebut, diantaranya pembangunan proyek Central Business District (CBD) Surabaya Apartemen senilai Rp636,4 miliar, proyek Darma Husada Tower Rp401,8 miliar, proyek Pengadaan Jasa Pembangunan Infrastruktur dan gedung baru ITB Rp178,66 miliar.

Perseroan juga berhasil memperoleh kontrak pembangunan proyek kontruksi fisik Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Selatan senilai Rp118,28 miliar. Selain itu, WIKA juga mendapatkan kontrak pengerjaan pembangunan Gedung Kuliah Universitas Telkom di Bandung dengan nilai proyek mencapai Rp110,22 miliar. (bani)