BI Rate Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Tahun

Kamis, 27/03/2014

NERACA

Jakarta - Ekonom Bank DBS, Gundy Cahyadi, memprediksi tingkat suku bunga acuan atau BI Rate tidak akan mengalami penurunan sepanjang 2014 dan relatif stabil di level saat ini, yakni 7,5%. Menurut dia, penurunan suku bunga tidak diperlukan mengingat rupiah menguat terhadap dolar AS dan inflasi tetap terjaga.

"Skenario dasar kami untuk tingkat suku bunga tetap stabil pada posisi 7,5% di sepanjang tahun ini. Kami percaya bahwa Bank Indonesia akan tetap waspada sehingga penurunan suku bunga tidak mungkin terjadi,” ujar Gundy, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (26/3).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, justru kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tetap ada jika ada tekanan baru terhadap rupiah. "BI tampaknya tidak akan mengubah kebijakan moneternya saat ini. Inflasi mereda, tapi itu baru setengah dari pertempuran tahun ini. Defisit transaksi berjalan masih agak jauh bila melihat sinyal PDB dua persen yang lebih berkesinambungan," jelasnya.

Dia menambahkan, ada kekhawatiran atas pendanaan eksternal yang tergolong lazim, terutama mengingat ketidakpastian di pasar global. Sementara itu, dari sisi inflasi, Gundy memperkirakan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan terus moderat dan dampak dari kenaikan harga BBM tahun lalu sudah mereda.

Tren inflasi dari tiga komponen utama dari IHK yakni pangan, perumahan/sarana, dan transportasi serta komunikasi, terus menunjukkan tren menurun. "Selain itu, inflasi inti menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi menurun. Dengan demikian, kami memperkirakan inflasi di angka 6,4% tahun ini, " ungkap Gundy.

Meskipun demikian, lanjut dia, risiko inflasi masih tetap ada. Hal ini menyusul rencana Pemerintah untuk meningkatkan tarif listrik untuk konsumen industri sekitar 8,6%-13,3% setiap dua bulan yang mulai berlaku Mei mendatang. Dampak paling besar kemungkinan akan dirasakan pada perumahan atau sarana komponen IHK, meskipun dampak ke sektor lain selalu terjadi. [ardi]