Kemenkop Monitoring TPKU di Kudus

Kamis, 27/03/2014

Kudus – Sejak digulirkan pada tahun 2006 silam, program Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) Kementrian Koperasi dan UKM mulai memasuki tahap monitoring. Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, misalnya, Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo menyambangi wilayah tersebut guna melihat sejauhmana kemajuan dari program TPKU sebesar Rp100 juta itu.

Menurut Budi, Kabupaten Kudus mendapat bantuan sosial program TPKU di 12 tempat. Salah satunya adalah Madrasah Aliyah NU Banat Kudus, yang mendapat bantuan TPKU sejak 2011. “Madrasah ini mendapat bantuan TPKU sebesar Rp100 juta untuk membeli alat-alat jahit dan juga pelatihan menjahit. Pengelola TPKU itu adalah koperasi pondok pesatren Al Barokah. Alhamdulillah, sejak mendapat bantuan itu, kini sudah menjadi satu unit bisnis dalam pengadaan seragam sekolah”, kata Budi di Kudus, kemarin.

Budi berharap, keuntungan yang dihasilkan dari TPKU tersebut sebaiknya disisihkan untuk modal pengembangan usaha atau diversifikasi usaha. “TPKU yang dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan setingkat SMA/SMK di Indonesia sangat potensial menjadi rintisan konsorsium wirausaha baru secara terpadu," kata dia.

Budi mengatakan, pihaknya memprogramkan bantuan sosial untuk pengembangan TPKU di wilayah perdesaan dalam beberapa tahun terakhir. "Banyak pengamat menilai Indonesia perlu konsorsium wirausaha untuk mencetak wirausaha baru. TPKU ini adalah rintisan untuk itu," tandas Budi.

Di dalam konsorsium diskemakan ada silabus baku pelatihan wirausaha, trainer, hingga peralatan praktek pendukung. Konsorsium disinergikan dengan lembaga donor yang siap memberikan perkuatan modal kepada calon wirausaha. Selain itu jaringan pemasaran sekaligus disinergikan di dalam konsorsium tersebut. "Semua pembinaan terkait wirausaha terpusat menjadi satu dalam wadah konsorsium ini. Kami harap ke depan TPKU bisa mengambil peran ini," katanya.

Tahun ini, kementeriannya memberikan bantuan sosial kepada 135 TPKU di berbagai provinsi di Tanah Air. "Program kami adalah mendukung pendanaan sebanyak Rp100 juta per-TPKU," katanya. Dari Rp100 juta dana itu sebanyak 70 persen dialokasikan untuk peralatan kerja dan 30 persen sisanya untuk bahan baku dan pelatihan siswa.