Pemerintah Harus Segera Bentuk Satgas Elpiji

Kabupaten Sukabumi

Kamis, 27/03/2014

Sukabumi - Seringnya terjadi kelangkaan Liquit Gas Petroleun (LPG/Elpiji) di wilayah Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian serius dari masyarakat. Mereka meminta Pemerintah segera membentuk satugas tugas (Satgas) khusus pengawasan Elpiji. “Kalau tak ada satgas, maka sulit mencari tahu penyebab langkanya elpiji di tengah-tengah masyarakat. Saya berharap Bupati tidak hanya memerintahkan bawahannya untuk membentuk satgas. Tetapi dengan action,” kata Jamaludin saat berbincang dengan Neraca Rabu di Kantor Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kota Sukabumi, Rabu (26/3).

Jamaludin menyebutkan, kelangkaan elpiji di sejumlah outlet patut dicurigai sebagai bentuk dari para pangkalan mencari keuntungan lebih besar dengan cara melakukan penimbunan atau menjual kepada penawar tertinggi. “Kalau membaca media beberapa terakhir ini, banyak pihak mengklaim tidak mungkin terjadi kelangkaan elpiji. Tetapi kenyataan dilapangan terjadi demikian. Ini perlu dicurigai dan perlu penelesuran,” tegas dia.

Kalau dibiarkan terus, pandang Jamaludin, rakyat akan menjadi korban keganasan para pemain elpiji. Sebab selama ini, Pemerintah tidak memiliki tim khusus pengawasan elpiji. “Jadi memang sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak membentuk satgas,” tutur Jamaludin.

Ia juga menyebutkan, selama ini rakyat sangat sulit mengakses jumlah kuota elpiji subsidi khusus wilayah Kabupaten Sukabumi. Jamaludin memandang, karena Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi tidak memiliki formula yang baik tentang penyaluran elpiji hingga ke titik pangkalan.

Menanggapi hal tersebut, Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Sukabumi menyebutkan, pembentukan Satgas harus melalui kesepekatan bersama antara Hiswana Migas dan Pemerintah. “Kalau masyarakat memandang perlu pembentukan Satgas, maka harus dibentuk,” tegas Kepala Bagian Ekonomi, Wawan Bachtiar.